Berita  

BSBK Bondowoso Siapkan Penanganan Jalan dan Rencana Pembangunan Ulang Jembatan Koncer pada 2027

Bondowoso, KLIKTODAY.CO.ID – Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, dan Bina Konstruksi (BSBK) Kabupaten Bondowoso mulai mempersiapkan sejumlah program penanganan infrastruktur jalan melalui Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) 2026. Selain penanganan jalan di sejumlah titik, pembangunan ulang Jembatan Koncer juga masuk dalam rencana program infrastruktur tahun anggaran 2027.

Kepala Dinas BSBK Kabupaten Bondowoso, Ansori, menjelaskan bahwa rencana penanganan jalan dalam P-APBD 2026 mencakup sejumlah ruas dengan estimasi panjang sekitar 13 kilometer. Namun, angka tersebut masih memerlukan pengecekan kembali berdasarkan data teknis sebelum dapat dipastikan.

Menurutnya, penyampaian informasi mengenai program pembangunan kepada masyarakat harus mengacu pada data yang akurat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Ia menegaskan, rencana penanganan infrastruktur dalam P-APBD 2026 tidak hanya dipusatkan pada satu wilayah, melainkan tersebar di beberapa lokasi dengan mempertimbangkan kesinambungan program pembangunan yang telah berjalan sebelumnya.

BACA JUGA :
Membentuk Mental Dan Karakter, Babinsa Koramil 0822/04 Berikan Latihan PBB

Selain itu, terdapat sejumlah kegiatan yang pelaksanaannya harus menyesuaikan ketentuan Dana Bagi Hasil (DBH), mengingat sebagian anggaran tersebut memiliki peruntukan tematik tertentu.

“Untuk Perubahan APBD, penanganannya tetap di beberapa lokasi, tidak terfokus pada satu wilayah. Bahkan, programnya berkelanjutan. Ada juga kegiatan yang harus mengikuti ketentuan DBH karena peruntukannya sudah tematik,” ujar Ansori, saat diwawancara usai menghadiri rapat paripurna DPRD Bondowoso, Rabu (04/11/2026).

Terkait perkembangan akses Jembatan Sentong, Ansori mengaku belum menerima pemberitahuan resmi dari pemerintah provinsi mengenai jadwal pembukaan maupun peresmiannya.

Informasi yang diterimanya sejauh ini masih sebatas kabar awal dari pihak lain. Karena itu, BSBK belum dapat memastikan waktu pembukaan dan pengoperasian jembatan tersebut.

Sementara mengenai progres pekerjaan konstruksi jembatan, Ansori menyampaikan bahwa pekerjaan utama pada jembatan yang dimaksud telah rampung. Saat ini, pelaksanaan pekerjaan tinggal memasuki tahap penyelesaian atau finishing sebelum infrastruktur dapat dimanfaatkan masyarakat secara optimal.

BACA JUGA :
Polres Bondowoso Berhasil Mengamankan Pelaku Pengedar Sabu dari Probolinggo

Di sisi lain, penanganan infrastruktur jalan di kawasan Koncer juga menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Program tersebut direncanakan masuk dalam penganggaran tahun 2027, dengan tahapan persiapan yang mulai diproses melalui Perubahan APBD.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan perencanaan agar pelaksanaan pekerjaan fisik dapat direalisasikan pada tahun anggaran berikutnya.

Ansori menjelaskan, kondisi infrastruktur yang mengalami kerusakan berat membutuhkan penanganan secara menyeluruh. Menurutnya, perbaikan ringan maupun pemeliharaan rutin tidak lagi memadai apabila kondisi jalan atau bangunan sudah mengalami kerusakan parah.

Karena itu, opsi penggantian total menjadi salah satu langkah yang dipertimbangkan, sebagaimana penanganan infrastruktur di kawasan Sentong.

“Kalau kondisinya memang sudah parah, berarti harus dilakukan penggantian total. Bukan sekadar rehabilitasi atau pemeliharaan. Harapan kami, penanganannya juga dilakukan secara menyeluruh,” tegasnya.

BACA JUGA :
Kejari Bondowoso Kembali Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Eks Wabup

Ia menambahkan, pelaksanaan pembangunan nantinya membutuhkan pengaturan lalu lintas secara khusus. Bahkan, penutupan akses jalan secara total kemungkinan perlu dilakukan selama proses konstruksi berlangsung.

Menurutnya, pengaturan tersebut penting agar pekerjaan dapat berjalan maksimal tanpa terganggu aktivitas kendaraan yang melintas di sekitar lokasi pembangunan.

Adapun kebutuhan anggaran untuk penanganan infrastruktur di kawasan Koncer sementara diperkirakan mencapai kisaran Rp20 miliar. Meski demikian, angka tersebut belum menjadi nilai final karena masih harus disesuaikan dengan hasil perencanaan, kajian teknis, serta kebutuhan pekerjaan di lapangan.

Dengan persiapan tersebut, BSBK berharap program penanganan infrastruktur dapat dilaksanakan sesuai kebutuhan dan prioritas pembangunan daerah, khususnya dalam meningkatkan kualitas jalan serta menunjang kelancaran mobilitas masyarakat Bondowoso. (Sofi)

banner 300x250