Bondowoso, KLIKTODAY.CO.ID – Di tengah tuntutan pelayanan irigasi yang harus berjalan optimal, dedikasi seorang petugas lapangan masih menjadi ujung tombak keberhasilan distribusi air bagi para petani. Salah satunya ditunjukkan oleh Taufiq, ST, Juru Klabang UPTD Sumber Daya Air (SDA) Bondowoso, yang setiap hari berkeliling memantau kondisi saluran irigasi dengan menggunakan sepeda ontel, Kamis (30/7/2026),
Taufiq kembali menjalankan rutinitasnya dengan menyusuri sejumlah titik jaringan irigasi di wilayah Klabang. Tugasnya meliputi pemantauan saluran air, pencatatan debit air di Dam Gubri, saluran sekunder BG.3, hingga mengawasi kondisi debit air Waduk Klabang Agung.
Aktivitas tersebut merupakan bagian dari operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi agar pasokan air tetap stabil serta mampu memenuhi kebutuhan petani di berbagai wilayah layanan.

Menariknya, di era kendaraan bermotor yang serba praktis, Taufiq tetap memilih menggunakan sepeda ontel untuk menjangkau lokasi-lokasi pemantauan. Selain lebih mudah melewati jalan inspeksi irigasi, cara tersebut juga memudahkannya mengamati setiap detail kondisi saluran secara langsung.
Menurut Taufiq, pemantauan rutin sangat penting untuk memastikan distribusi air berjalan sesuai kebutuhan di lapangan. Dengan pengawasan yang dilakukan setiap hari, potensi gangguan pada jaringan irigasi dapat diketahui lebih cepat sehingga penanganannya bisa segera dilakukan.
“Setiap hari saya melakukan operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi, mulai memantau saluran air, mencatat debit di Dam Gubri, saluran sekunder BG.3, hingga memonitor debit Waduk Klabang Agung agar kebutuhan air petani tetap terpenuhi secara normal,” ujar Taufiq.
Ia menjelaskan bahwa pencatatan debit air menjadi salah satu indikator penting dalam menentukan pengaturan distribusi air ke lahan pertanian. Data tersebut menjadi acuan agar pembagian air berlangsung adil dan sesuai kondisi di lapangan.
“Pemantauan debit air harus dilakukan secara berkala. Dengan data yang akurat, pelayanan irigasi kepada petani bisa tetap optimal dan distribusi air berjalan sesuai kebutuhan masing-masing daerah layanan,” katanya.
Taufiq menambahkan, penggunaan sepeda ontel bukan sekadar kebiasaan, melainkan pilihan yang dinilai efektif untuk menjangkau seluruh titik pengawasan. Kendaraan sederhana itu memudahkannya berhenti di setiap lokasi untuk memeriksa kondisi saluran tanpa terkendala akses jalan.
“Saya memilih menggunakan sepeda ontel karena lebih mudah menjangkau jalur inspeksi irigasi. Sekaligus saya bisa melihat langsung kondisi saluran di setiap titik sehingga apabila ada kerusakan atau hambatan dapat segera dilaporkan untuk ditindaklanjuti,” ungkapnya.
Dedikasi yang ditunjukkan Taufiq menjadi gambaran bahwa pelayanan publik tidak selalu bergantung pada fasilitas modern. Dengan semangat pengabdian dan konsistensi menjalankan tugas, ia terus memastikan sistem irigasi di wilayah Klabang tetap berfungsi dengan baik demi mendukung produktivitas pertanian.
Keberadaan petugas operasi dan pemeliharaan seperti Taufiq menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan sektor pertanian di Bondowoso. Melalui pemantauan rutin, pencatatan debit air yang akurat, serta pengawasan langsung terhadap jaringan irigasi, kebutuhan air petani dapat terus terlayani sehingga aktivitas bercocok tanam berjalan lancar sepanjang musim. (Rul)








