Berita  

Meski Kualitas Tak Maksimal, Petani Tembakau di Bondowoso Mulai Bersiap Panen

Kabupaten Bondowoso
Lahan tembakau di Desa Mandiro Kecamatan Tagalampel Kabupaten Bondowoso. Senin (3/8/2026)

Bondowoso, KLIKTODAY.CO.ID – Memasuki awal musim panen, para petani tembakau di Kabupaten Bondowoso mulai bersiap memetik hasil kerja keras mereka. Meski kualitas tanaman pada musim tanam tahun ini dinilai tidak sebaik musim sebelumnya, sebagian besar lahan tembakau di Desa Mandiro, Kecamatan Tegalampel, sudah memasuki masa panen.

Selain dipengaruhi kondisi cuaca yang tidak menentu, tanaman tembakau juga sempat mengalami gangguan serangan hama seperti belalang, ulat, dan jangkrik. Serangan hama tersebut menyebabkan sebagian daun mengalami kerusakan dan tinggi yang tidak merata sehingga berdampak pada kualitas hasil panen.

Meski demikian, para petani tetap optimistis karena tanaman masih dapat dipanen dan diharapkan mampu memberikan hasil yang cukup untuk menutupi biaya produksi. Saat ini proses pemetikan mulai dilakukan secara bertahap sesuai tingkat kematangan daun.

Bondowoso bagian Utara, petani di wilayah tersebut membudidayakan tembakau pasat atau lebih dikenal sebagai tembakau rajangan, yakni jenis tembakau yang setelah dipanen akan dirajang tipis, kemudian dijemur hingga mencapai tingkat kekeringan tertentu sebelum dipasarkan. Tembakau jenis ini menjadi salah satu komoditas unggulan, karena banyak diminati sebagai bahan baku industri rokok.

BACA JUGA :
Konsultan Prov. Jatim Mengunjungi RUTILAHU Kodim 0822 Bondowoso

Salah seorang petani tembakau di Desa Mandiro, Sanusi, mengatakan bahwa kondisi tanaman tahun ini memang tidak sesuai harapan jika dibandingkan musim sebelumnya. Perubahan cuaca yang terjadi sejak awal masa tanam membuat pertumbuhan tanaman kurang maksimal.

“Kalau dibandingkan tahun yang lalu memang kualitasnya tidak begitu bagus. Faktor cuaca sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan daun tembakau. Selain itu, tanaman juga sempat diserang hama belalang, ulat, dan jangkrik. Meski begitu, kami tetap bersyukur karena tanaman sudah mulai panen,” ujar Sanusi, Senin (3/8/2026).

Menurutnya, penurunan kualitas terlihat dari warna daun yang kurang cerah, ketebalan daun yang tidak merata, hingga tinggi tanaman yang berbeda-beda. Kondisi tersebut diperkirakan akan memengaruhi nilai jual apabila harga di tingkat gudang tidak mengalami peningkatan.

BACA JUGA :
Kolaborasi Polres Bondowoso dengan Universitas IAI At-Taqwa untuk Kamtibmas Berkelanjutan

“Harapan kami harga tembakau tetap bagus. Kalau kualitas turun tetapi harga masih bertahan, tentu petani masih bisa menutup biaya produksi dan mendapatkan keuntungan. Yang terpenting hasil panen tetap dihargai sesuai kualitasnya,” kata Sanusi.

Ia menambahkan, proses panen dilakukan secara bertahap dengan memetik daun yang telah matang. Setelah dipetik, daun akan dirajang, dijemur, dan dirawat dengan baik agar kualitasnya tetap terjaga hingga siap dipasarkan kepada pengepul maupun perusahaan atau Gudang.

“Sekarang kami fokus menjaga kualitas hasil panen yang ada. Daun yang sudah dipetik akan dirawat dengan baik saat penjemuran supaya kualitasnya tidak semakin turun. Kami berharap cuaca selama proses pengeringan juga mendukung,” tambahnya.

Kabupaten Bondowoso selama ini dikenal sebagai salah satu sentra penghasil tembakau di Jawa Timur. Pada musim tanam 2026, petani kembali membudidayakan sejumlah varietas unggulan, salah satunya tembakau Kasturi yang memiliki aroma khas dan menjadi bahan baku penting bagi industri rokok kretek nasional. Komoditas ini telah lama menjadi salah satu identitas pertanian Bondowoso sekaligus sumber penghidupan ribuan petani.

BACA JUGA :
Kejaksaan Negeri Bondowoso Kembali Musnahkan BB, Berikut Apa Saja yang Dihancurkan

Meski musim tanam tahun ini diwarnai berbagai tantangan, mulai dari perubahan cuaca hingga serangan hama, semangat petani tetap tidak surut. Mereka berharap pemerintah terus memberikan perhatian melalui pendampingan teknis, pengendalian hama, stabilitas harga, serta kemudahan memperoleh sarana produksi pertanian.

Komoditas tembakau masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat Bondowoso. Ribuan keluarga menggantungkan penghasilannya dari sektor ini, sehingga keberhasilan musim panen menjadi harapan besar bagi kesejahteraan petani. Dengan dukungan berbagai pihak dan harga jual yang tetap stabil, para petani berharap hasil panen tahun ini tetap mampu memberikan manfaat ekonomi meski kualitas daun tembakau tidak semaksimal di musim sebelumnya. (Wi)

banner 300x250