Gerakan Antikorupsi Bangkit dari Daerah: Seminar Nasional di Nganjuk Dorong Koalisi Pemerintah, Penegak Hukum, Masyarakat

Nganjuk, KLIKTODAY.CO.ID — Gelombang perlawanan terhadap praktik korupsi tidak lagi hanya bergerak dari pusat, tetapi kini menguat dari daerah. Hal itu tampak dalam Seminar Nasional Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) yang digelar Pemerintah Kabupaten Nganjuk di Hotel Front One Ratu, Kamis (11/12/2025). Dengan mengusung tema “Menuju Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih dan Berwibawa”, kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi besar antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, akademisi, insan pers, serta kelompok masyarakat sipil.

Bupati Nganjuk, dr. drs. H. Marhaen Djumadi, S.E., S.H., M.M., M.B.A., dalam kapasitasnya sebagai Keynote Speaker, menegaskan bahwa pemerintahan yang berintegritas hanya dapat terwujud melalui kerja bersama, bukan berdiri sendiri.

“Korupsi adalah musuh bersama. Tidak ada pemerintah yang maju tanpa moralitas. Momentum Hakordia harus melahirkan energi baru, bukan sekadar seremoni, tetapi gerakan kolektif untuk memastikan pelayanan publik di Nganjuk bebas dari praktik koruptif,” ujar Bupati Marhaen, disambut tepuk tangan para peserta.

BACA JUGA :
Jembatan Gantung Perintis Garuda: Pemdes Bagor Wetan juga Warga Apresiasi Kodim 0810/Nganjuk

Koalisi Pengetahuan: Ketika Aparat Hukum, Akademisi, dan Daerah Duduk Satu Meja

Seminar Nasional ini diisi oleh para narasumber yang membawa perspektif berbeda tetapi saling melengkapi:

Kejaksaan Agung RI – Dr. Yudi Kristianto, S.H., M.Hum
Menekankan strategi nasional pemberantasan korupsi melalui sistem transparansi dan penguatan penegakan hukum.

Bareskrim Polri – Kombes Pol. Dr. Imam Subandi, S.S., S.H., M.H
Mengelaborasi pentingnya koordinasi lintas wilayah dalam penindakan kasus korupsi agar tidak ada celah hukum yang dimanfaatkan.

Guru Besar FH Universitas Airlangga – Prof. Dr. Y. Sogar Simamora, S.H., M.Hum
Menguraikan reformasi birokrasi sebagai akar perubahan, mulai dari etika aparatur hingga rekonstruksi sistem hukum.

BACA JUGA :
Dukung Ketahanan Pangan, Polri Hadir Bersama PPL Beri Penyuluhan Pertanian di Kelurahan Ploso

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI
Menyoroti efektivitas pencegahan berbasis pendidikan publik, pelibatan masyarakat, dan teknologi pelaporan.

Diskusi yang dipandu ahli hukum pidana Dr. Ani Triwati dan pakar pemberantasan korupsi Dr. Wahyuprijo Djatmiko berjalan dinamis, fokus pada solusi konkret dan implementatif — bukan teori semata.

Agenda Besar: Membangun Ekosistem Integritas dari Hulu ke Hilir

Beberapa rekomendasi strategis yang keluar dari forum ini antara lain:

Digitalisasi dan simplifikasi layanan publik untuk menghilangkan ruang transaksi gelap.

Penguatan fungsi Inspektorat sebagai pengawas internal yang independen.

Transparansi anggaran berbasis keterbukaan informasi publik.

Optimalisasi peran media sebagai pengawas sosial.

Kolaborasi tiga pilar utama: pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat.

Dalam forum tersebut beberapa media, termasuk media kliktoday.co.id menghadiri kegiatan. Jurnalisme investigatif yang tidak sekadar memberitakan, tetapi menelusuri dan mengungkap penyimpangan berbasis data.

BACA JUGA :
AKBP Suria Miftah Irawan Resmi Jabat Kapolres Nganjuk, Disambut Tradisi Pedang Pora

Nganjuk Kirim Sinyal Nasional: Daerah Bisa Menjadi Garda Terdepan Perang Antikorupsi

Di penghujung acara, Pemkab Nganjuk menegaskan tiga kebijakan utama sebagai arah pembangunan daerah:

Mewujudkan pemerintahan tanpa KKN.

Menumbuhkan budaya integritas di seluruh ASN.

Menguatkan transparansi pembangunan dari perencanaan hingga evaluasi.

Kegiatan ditutup dengan Deklarasi Bersama Anti Korupsi, menandai komitmen seluruh elemen untuk berdiri pada barisan yang sama: membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, berwibawa, dan berpihak pada rakyat.

Dengan demikian, Seminar Nasional ini bukan hanya peringatan Hakordia, tetapi titik tolak gerakan besar — bahwa perang total melawan korupsi harus dimulai dari daerah, dengan sinergi kuat lintas sektor dan keterlibatan aktif masyarakat. (Sutiyani)

banner 300x250