Bondowoso, KLIKTODAY.CO.ID – Momentum Idulfitri dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Bondowoso untuk memperkuat konsolidasi internal melalui rapat koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam rangka halal bihalal. Kegiatan yang digelar di Ruang Sabha Bina Praja, Sekretariat Daerah tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Bondowoso, Abd Hamid Wahid, bersama Wakil Bupati, As’ad Yahya Safi’i, Rabu (1/4/2026).
Berbeda dari rapat koordinasi biasa, pertemuan ini menjadi ajang refleksi sekaligus penyamaan persepsi seluruh jajaran pimpinan daerah dalam mengakselerasi pembangunan. Nuansa kebersamaan dalam halal bihalal dinilai mampu memperkuat komunikasi serta membangun semangat baru pasca-Ramadan.
Dalam arahannya, Bupati Abd. Hamid Wahid menegaskan bahwa momen Idulfitri harus menjadi titik awal untuk memperkuat komitmen pelayanan publik yang lebih baik. Ia mengajak seluruh elemen pemerintahan untuk menjadikan kebersamaan sebagai kekuatan utama dalam menghadapi tantangan pembangunan.
“Momentum Idulfitri ini bukan hanya soal saling memaafkan, tetapi juga memperkuat tekad kita untuk bekerja lebih baik, lebih kompak, dan lebih berdampak bagi masyarakat,” ujar Bupati.
Bupati juga menyoroti perjalanan satu tahun kepemimpinannya yang disebutnya sebagai fase penting dalam membangun fondasi pemerintahan yang transformatif dan inklusif. Berbagai capaian dan inovasi sepanjang tahun 2025, menurutnya, menjadi modal berharga untuk melangkah lebih jauh.
“Kita sudah memulai banyak hal baik di tahun pertama. Ke depan, yang kita butuhkan adalah konsistensi dan keberanian untuk melakukan percepatan, agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Salah satu fokus utama yang kembali ditekankan adalah penguatan ekonomi berbasis desa melalui koperasi Merah Putih. Program ini diharapkan mampu menjadi penggerak utama ekonomi lokal dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat dari tingkat desa hingga kabupaten. Selain itu, sektor ketahanan pangan juga menjadi prioritas, dengan target menjadikan Bondowoso sebagai lumbung pangan yang tangguh dan berkelanjutan.
Tak hanya aspek ekonomi, Bupati juga memberikan perhatian serius pada pembangunan sumber daya manusia, khususnya melalui peningkatan layanan gizi. Ia menilai pemerataan akses gizi merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi unggul.
“Kita ingin memastikan setiap anak di Bondowoso mendapatkan hak yang sama terhadap layanan gizi yang baik, karena dari situlah kualitas generasi masa depan ditentukan,” ungkapnya.
Di sisi lain, reformasi birokrasi turut menjadi penekanan penting dalam rapat tersebut. Bupati mendorong terbentuknya budaya kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) yang adaptif, efisien, dan mampu memberikan dampak nyata. Menurutnya, tantangan global menuntut birokrasi yang tidak hanya cepat, tetapi juga inovatif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Selain itu, sinkronisasi program daerah dengan program strategis nasional (PSN) juga menjadi perhatian utama. Kolaborasi lintas sektor dinilai sebagai kunci agar seluruh program dapat berjalan efektif dan selaras dengan arah pembangunan nasional.
Melalui rapat koordinasi yang dikemas dalam suasana penuh keakraban ini, Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap tercipta kesatuan langkah dan penguatan komitmen seluruh pemangku kepentingan. Konsolidasi yang terbangun diharapkan mampu mempercepat realisasi visi “Bondowoso Berkah” serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. (Sup)








