Sekda Bondowoso Tegaskan Reboisasi sebagai Benteng Awal Mitigasi Bencana

Sekda Bondowoso
Foto: Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bondowoso, Fathur Rozi. (Dok: kliktoday/SMSI)

Bondowoso, KLIKTODAY.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus memperkuat langkah antisipatif terhadap ancaman bencana alam melalui gerakan penghijauan. Kamis (22/1/2026).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bondowoso, Fathur Rozi, mewakili Bupati Bondowoso, memimpin langsung Gerakan Penanaman 2.000 Pohon bertajuk “Mulai Tanam Pohon untuk Investasi Kehidupan” yang digelar di Desa Gunungsari, Kecamatan Maesan.

Kegiatan ini tidak hanya dimaknai sebagai agenda seremonial, melainkan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah daerah dalam menekan risiko bencana ekologis, seperti banjir dan tanah longsor, khususnya di wilayah yang rawan degradasi lingkungan.

BACA JUGA :
Tindaklanjuti Arahan Presiden, Jenderal Listyo Sigit Prabowo Lepas Mudik Gratis Polri Presisi

“Penanaman pohon ini adalah benteng awal mitigasi bencana. Kita ingin mencegah kerusakan lingkungan sebelum menimbulkan dampak yang lebih besar bagi masyarakat,” tegas Fathur Rozi dalam sambutannya.

Ia menekankan bahwa keberhasilan program penghijauan sangat ditentukan oleh keterlibatan aktif seluruh unsur masyarakat, bukan hanya pemerintah.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

BACA JUGA :
Ramadhan Penuh Berkah, Polsek Maesan Bondowoso Tebar Kebaikan dengan Takjil Gratis

“Kami mengajak semua pihak untuk tidak berhenti pada kegiatan menanam saja, tetapi juga memiliki komitmen bersama dalam merawat dan menjaga pohon yang sudah ditanam,” ujarnya.

Sekda juga menilai bahwa gerakan penanaman pohon memiliki nilai strategis sebagai investasi masa depan, baik dari sisi ekologis, sosial, maupun ekonomi.

Keberadaan ruang hijau diyakini mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus menjaga keseimbangan alam.

BACA JUGA :
Dandim 0822 Bondowoso: Titipan Rakyat harus Kita Rawat

“Pohon adalah investasi kehidupan. Manfaatnya tidak hanya dirasakan hari ini, tetapi juga oleh generasi yang akan datang,” kata Fathur Rozi.

Lebih lanjut, ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara konsisten dan menjadi budaya kolektif masyarakat Bondowoso dalam menjaga lingkungan.

“Pelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Jika dilakukan secara berkesinambungan, dampaknya akan sangat besar bagi ketahanan wilayah dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (Rul)

banner 300x250