Bondowoso, KLIKTODAY.CO.ID – Di tengah tekanan pemangkasan anggaran pusat yang berdampak pada berbagai sektor pembangunan, Pemerintah Kabupaten Bondowoso memilih tetap tancap gas menjalankan Program Infrastruktur Tuntas (RANTAS). Langkah itu kembali ditegaskan Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid saat turun langsung meninjau pengerjaan jalan di Desa Pengarang, Kecamatan Jambesari Darussholah, Minggu (7/12/2025).
Dalam agenda lapangan tersebut, ia berdialog dengan warga yang selama bertahun-tahun harus berhadapan dengan kondisi jalan rusak.
“Program ini tidak hanya soal membangun jalan, tetapi memastikan konektivitas warga terjaga. Ketika mobilitas lancar, ekonomi ikut bergerak,” kata Bupati.
Menurutnya, kehadiran langsung pemerintah di lokasi pembangunan menjadi cara memastikan pekerjaan berjalan sesuai standar teknis. Di sisi lain, pengawasan lapangan juga diperlukan untuk menjamin penggunaan anggaran yang semakin ketat tetap memberi manfaat nyata.
RANTAS saat ini tengah memburu penyelesaian sisa ratusan kilometer jalan rusak di seluruh Bondowoso. Namun perjalanan program tersebut tidak berjalan mulus. Pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) menyebabkan Pemkab harus mengatur ulang peta prioritas pembangunan.
“Dengan anggaran yang terbatas, kami harus memilih titik paling strategis. Skala prioritas menjadi kunci agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” tegas Bupati.
Tak hanya soal membangun, Bupati juga mengingatkan warga agar turut menjaga infrastruktur yang sudah diperbaiki. Ia menyoroti pentingnya kesadaran terhadap batas tonase kendaraan yang kerap menjadi pemicu cepatnya kerusakan jalan.
Sementara itu, PLT Kepala BSBK Bondowoso, Ansori, mengungkapkan bahwa ruas jalan yang ditinjau Bupati merupakan salah satu prioritas perbaikan tahun ini. Panjangnya mencapai 286 meter dengan lebar 4 meter, seluruhnya dibiayai melalui APBD.
“Target kami, pekerjaan sepanjang 286 x 4 meter ini bisa selesai pada 20 Desember 2025,” ujarnya.
Meski berbagai keterbatasan menghadang, Pemkab Bondowoso menegaskan bahwa komitmen menuntaskan pembangunan infrastruktur tak akan surut. Melalui optimalisasi anggaran, pengawasan ketat, dan pelibatan masyarakat, RANTAS diharapkan membuka akses yang lebih layak bagi warga sekaligus menggerakkan perekonomian di seluruh wilayah Bondowoso. (Sup)







