Nganjuk, KLIKTODAY.CO.ID – Suasana penuh semangat dan keceriaan mewarnai peringatan Hari Kartini di SLB Santikosolamastrip, Kelurahan Begadung, Selasa (21/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai kesetaraan, keberanian, serta rasa percaya diri kepada anak berkebutuhan khusus (ABK).
Berbagai kegiatan digelar dalam peringatan tersebut, mulai dari fashion show hingga beragam lomba yang melibatkan seluruh siswa. Dengan mengenakan busana adat dan kostum kreatif, para siswa tampil percaya diri di hadapan guru dan orang tua yang turut hadir memberikan dukungan.
Kepala SLB Santikosolamastrip, Lusia Angga Kusuma, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa peringatan Hari Kartini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi sarana edukasi bagi siswa untuk memahami nilai perjuangan emansipasi perempuan.

“Melalui momentum Hari Kartini ini, kami ingin menanamkan semangat ‘habis gelap terbitlah terang’ kepada anak-anak. Mereka kami motivasi agar memiliki kepercayaan diri dan semangat untuk meraih cita-cita, tanpa memandang keterbatasan yang dimiliki,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa saat ini tidak ada lagi perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam memperoleh hak, terutama di bidang pendidikan. Menurutnya, semua anak memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.
“Kami memberikan pemahaman bahwa perempuan dan laki-laki memiliki hak yang sama. Tidak ada perbedaan gender, semuanya diperlakukan setara, termasuk dalam mendapatkan pendidikan dan kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik,” tambahnya.
Lebih lanjut, Lusia menjelaskan bahwa kegiatan seperti fashion show dan lomba sengaja dirancang untuk menggali potensi siswa sekaligus melatih keberanian mereka tampil di depan umum.
“Kegiatan hari ini kami kemas melalui fashion show dan berbagai lomba untuk meningkatkan kemampuan, menggali talenta, serta membangun keberanian dan rasa percaya diri anak-anak. Ini penting agar mereka mampu menunjukkan potensi terbaiknya,” jelasnya.
Peringatan Hari Kartini di SLB Santikosolamastrip ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga mampu menumbuhkan semangat kesetaraan dan kemandirian bagi para siswa. Dengan dukungan dari guru dan orang tua, anak-anak berkebutuhan khusus diharapkan dapat terus berkembang dan percaya diri dalam meraih masa depan mereka. (Sutiyani)








