Berita  

Warga Sumber Tengah Desak Inspektorat Turun Tangan, Dugaan Insentif Kader Posyandu dan Proyek Drainase Mandek

Bondowoso
Gambar ilustrasi warga juga kepala desa. (Kliktoday/SMSI)

Bondowoso, KLIKTODAY.CO.ID – Polemik dugaan belum dibayarkannya insentif kader Posyandu sepanjang tahun 2025 di Desa Sumber Tengah, Kecamatan Binakal, Kabupaten Bondowoso, kian memanas. Warga secara tegas mendesak Inspektorat Kabupaten Bondowoso segera turun tangan melakukan audit menyeluruh terhadap pengelolaan keuangan desa, termasuk proyek irigasi dan/atau drainase yang hingga kini belum rampung. Sabtu (4/4/2026).

Desakan tersebut mencuat setelah puluhan kader Posyandu mengaku tidak menerima hak mereka selama satu tahun penuh. Kondisi ini memicu kekecewaan mendalam, mengingat peran kader yang selama ini aktif dalam pelayanan kesehatan masyarakat, terutama bagi ibu dan balita.

Tak hanya persoalan insentif, warga juga menyoroti proyek pembangunan drainase di Dusun Sambiriten, khususnya di RT 09, yang dinilai mangkrak. Proyek yang bersumber dari anggaran tahun 2025 itu hingga kini belum selesai, sehingga menimbulkan kekhawatiran masyarakat akan dampaknya terhadap lingkungan.

BACA JUGA :
Antisipasi Dampak Konflik Global, Kodim 0822 Perkuat Deteksi Dini dan Ketahanan Wilayah

Salah satu warga Dusun Sambiriten yang enggan disebutkan namanya menegaskan bahwa persoalan ini tidak bisa dianggap sepele. Ia menyebut, transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran desa harus menjadi prioritas utama pemerintah desa.

“Ini bukan hanya soal insentif kader, tapi juga proyek drainase yang belum selesai. Kami minta Inspektorat turun langsung agar semuanya jelas dan tidak ada yang ditutup-tutupi,” ujarnya.

Dirinya juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi tersebut. Menurutnya, proyek drainase yang tidak kunjung rampung sangat berdampak pada aktivitas warga, terutama saat musim hujan.

BACA JUGA :
Kasdim 0822 Bondowoso Tinjau Persiapan Latihan Praka Imbir untuk Pertandingan MMA Internasional di Thailand

“Kalau hujan turun, air meluap karena saluran belum selesai. Sudah dua orang yang jatuh. Salah satunya orang poler, Ini jelas membahayakan, takutnya ada korban lagi. Seharusnya proyek itu sudah selesai karena anggarannya dari tahun 2025,” keluhnya.

Ia juga menambahkan bahwa keterlambatan pembangunan tersebut menimbulkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat. Warga berharap ada penjelasan terbuka dari pihak pemerintah desa terkait penggunaan anggaran yang telah dialokasikan.

Sementara itu, PJ, inisial, menyoroti nasib kader Posyandu yang dinilai terabaikan. Padahal, mereka telah menjalankan tugas sosial secara rutin tanpa pamrih.

“Kader Posyandu itu bekerja untuk masyarakat, membantu pelayanan kesehatan. Tapi kalau hak mereka tidak dibayar, ini sangat tidak adil. Kami minta ini segera diselesaikan,” tegasnya.

BACA JUGA :
Dandim 0822 Bondowoso Cek Progres Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tiga Kecamatan

Menurut PJ, kondisi ini mencerminkan lemahnya pengawasan dalam pengelolaan dana desa. Oleh karena itu, mereka mendesak Inspektorat Kabupaten Bondowoso untuk segera melakukan audit menyeluruh, guna memastikan tidak ada penyimpangan anggaran.

Selain itu, warga juga berharap adanya langkah tegas dari pihak terkait apabila ditemukan pelanggaran. Transparansi hasil audit dinilai penting agar kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa dapat kembali pulih.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintah Desa Sumber Tengah belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.

Dengan meningkatnya desakan dari masyarakat, publik kini menunggu langkah konkret dari Inspektorat Kabupaten Bondowoso untuk merespons polemik yang tengah berkembang di Desa Sumber Tengah, Binakal, Bondowoso. (SG)

banner 300x250