Bondowoso, KLIKTODAY.CO.ID – Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Perum BULOG Kantor Cabang (Kancab) Bondowoso memastikan ketersediaan stok pangan strategis dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Situbondo. Kepastian ini diberikan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di momen meningkatnya konsumsi masyarakat.
Berdasarkan data persediaan terkini, stok beras medium yang dikelola Perum BULOG Kancab Bondowoso tercatat lebih dari 40.000 ton. Rinciannya, sebanyak 28.836 ton tersimpan di gudang wilayah Kabupaten Bondowoso dan 13.138 ton berada di gudang wilayah Kabupaten Situbondo. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga sekitar tiga bulan ke depan, termasuk untuk kebutuhan Cadangan Beras Pemerintah (CBP), penyaluran bantuan pangan, serta intervensi pasar jika diperlukan.
Pimpinan Cabang Perum BULOG Kancab Bondowoso, Hesty Retno Kusumastuti, menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir akan ketersediaan beras selama momentum Nataru.
“Stok beras medium yang kami miliki saat ini sangat mencukupi dan aman hingga beberapa bulan ke depan. Kami memastikan seluruh kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik, baik untuk konsumsi rutin maupun kebutuhan khusus selama Nataru,” ujar Hesty, Rabu (24/12/2025).
Selain beras medium, Perum BULOG Kancab Bondowoso juga menyiapkan sejumlah komoditas pangan strategis lainnya. Tercatat, stok beras premium tersedia sebanyak 19 ton, gula pasir mencapai 94 ton, serta minyak goreng sebanyak 100.233 liter. Seluruh komoditas tersebut disiapkan untuk mendukung program stabilisasi harga dan pasokan pangan di wilayah kerja BULOG Bondowoso.
Hesty menambahkan, BULOG tidak hanya fokus pada ketersediaan stok, tetapi juga memastikan distribusi berjalan lancar hingga ke masyarakat.
“Kami menjamin distribusi pangan tetap berjalan normal, bahkan selama libur Nataru. Pelayanan tetap dibuka agar masyarakat bisa mengakses kebutuhan pangan dengan mudah dan tidak terjadi kelangkaan di pasar,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret pengendalian harga, Perum BULOG Kancab Bondowoso secara aktif menggencarkan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM). Kegiatan ini dilaksanakan melalui sinergi bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, serta pemangku kepentingan terkait di Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Situbondo.
Menurut Hesty, GPM menjadi instrumen penting dalam menekan gejolak harga dan menjaga daya beli masyarakat.
“Melalui Gerakan Pangan Murah, kami berupaya menghadirkan bahan pangan pokok dengan harga terjangkau langsung kepada masyarakat. Ini adalah bentuk komitmen BULOG dalam mendukung stabilitas harga dan ketahanan pangan, khususnya menjelang Natal dan Tahun Baru,” ungkapnya.
Perum BULOG Kancab Bondowoso juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. Dengan stok yang aman dan distribusi yang terjamin, BULOG memastikan kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
Ke depan, BULOG Kancab Bondowoso berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan guna menjaga ketersediaan pangan, stabilitas harga, serta ketahanan pangan regional selama momen Nataru 2025 hingga awal tahun 2026. (Sup)








