Bupati Nganjuk Kunjungi Dusun Terpencil di Lereng Wilis, Dorong Prestasi Terapi dan Investasi Ekonomi Lokal

NGANJUK, KLIKTODAY.CO.ID – Kunjungan Bupati Nganjuk, Dr. Drs. Marhein Djumadi, A.Md., S.E., S.H., M.M., MBA, ke Dusun Mberan, Desa Kebonagung, Kecamatan Sawahan, pada Rabu (24/6/2026), menjadi momen bersejarah bagi masyarakat setempat. Dusun yang berada di kawasan terpencil di lereng Pegunungan Wilis dan berbatasan langsung dengan hutan jati itu untuk pertama kalinya menerima kunjungan seorang bupati.

Kedatangan orang nomor satu di Kabupaten Nganjuk tersebut disambut antusias warga. Bahkan, seorang warga bernama Yanto tak mampu menyembunyikan rasa bangganya saat iring-iringan kendaraan Bupati melintasi jalan makadam yang masih berbatu menuju dusun tersebut.

“Bupatiku hebat, membanggakan, mau meninjau daerahku,” teriak Yanto sambil melambaikan tangan ke arah rombongan.

Kunjungan itu dipusatkan di Padepokan Spiritual Kumbang Mas (SKM), sebuah pusat terapi dan pengobatan herbal yang berdiri megah di tengah kawasan pedesaan. Padepokan tersebut dikenal melayani terapi untuk berbagai keluhan kesehatan seperti keseleo, salah urat, stroke, hingga gangguan otot dan tulang. Tidak hanya warga Nganjuk, pasien dari berbagai daerah juga datang untuk mendapatkan pelayanan terapi.

BACA JUGA :
Satreskrim Polres Nganjuk Ringkus Komplotan Curanmor dan Penadah di Gemenggeng

Marhein Djumadi tiba di lokasi sekitar pukul 13.00 WIB dan disambut oleh Guru Besar SKM, Siswo Binoko, para terapis, masyarakat, serta sejumlah awak media. Dalam kunjungannya, Bupati meninjau langsung aktivitas terapi, berdialog dengan pasien, hingga melihat berbagai penghargaan dan piagam yang terpajang di ruang utama padepokan.

Melihat capaian dan perkembangan SKM, Marhein mengaku kagum terhadap dedikasi yang ditunjukkan pengelola padepokan.

“Istimewa, luar biasa kegiatan ini. Saya kagum sekali dan sudah sepatutnya diberi penghargaan serta apresiasi. Sungguh mengagumkan,” ujar Marhein.

Bupati juga mengapresiasi keberanian investasi yang dilakukan di wilayah terpencil. Menurutnya, keberadaan pusat terapi tersebut tidak hanya membantu masyarakat dari sisi kesehatan, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian daerah.

Dalam kesempatan itu, Marhein bahkan mencoba langsung terapi pijat yang dilakukan oleh salah satu terapis muda SKM. Setelah menjalani terapi, ia mengaku tubuhnya terasa lebih segar dan nyaman.

“Saya menyarankan agar para terapis juga mempelajari hipnoterapi. Selain memiliki keterampilan fisiologis, juga memiliki kemampuan sentuhan psikologis sehingga pasien semakin nyaman. Saya bangga karena tempat ini mampu mencetak tenaga muda yang terampil. Bahkan ke depan bisa membuka cabang di berbagai kecamatan maupun kota lain,” katanya.

BACA JUGA :
Tebar Kepedulian di Bulan Ramadan, Kapolres Nganjuk Buka Bersama dan Santuni Anak Disabilitas

Sementara itu, Guru Besar SKM, Siswo Binoko, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas kunjungan Bupati Nganjuk ke padepokan yang dipimpinnya.

“Ini merupakan kehormatan yang luar biasa bagi kami. Di sini kami berupaya membantu masyarakat melalui terapi pembenahan otot dan tulang agar kembali normal, didukung pengobatan herbal yang membantu proses penyembuhan,” ungkap Siswo.

Ketua DPC Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Kabupaten Nganjuk, Impi Yusnandar, yang turut mendampingi kunjungan tersebut menilai kehadiran Bupati menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap masyarakat dan pelaku usaha yang berkontribusi membangun daerah.

“Padepokan SKM berhasil menghadirkan aktivitas ekonomi dan investasi di kawasan yang sebelumnya sepi dan terpencil. Ini menjadi contoh bagaimana sebuah usaha mampu membuka akses dan menghidupkan mobilitas ekonomi masyarakat sekitar,” ujarnya.

BACA JUGA :
Satresnarkoba Polres Nganjuk Amankan Dua Pengedar Sabu dalam Operasi Penindakan

Kunjungan tersebut juga bertepatan dengan rangkaian Milad ke-14 Padepokan SKM yang mengusung tema “Berkah Memberkahi”. Menurut Wakil Ketua Pengurus SKM, Kusdiono, kehadiran Bupati di momen tersebut menjadi anugerah tersendiri bagi keluarga besar padepokan.

Sebelumnya, dalam perayaan milad, SKM menggelar kegiatan sosial berupa makan gratis bagi ribuan warga dengan menyembelih 180 ekor ayam dan empat ekor kambing. Berbagai hiburan budaya seperti kuda lumping dan campursari juga turut memeriahkan acara.

Sekitar pukul 15.00 WIB, Bupati Marhein Djumadi meninggalkan lokasi untuk kembali melaksanakan tugas pemerintahan di Kota Nganjuk. Kepergiannya diiringi rasa haru masyarakat dan para terapis yang mengaku bangga karena daerah mereka yang selama ini berada di pelosok lereng Wilis akhirnya mendapat perhatian langsung dari kepala daerah.

Kunjungan tersebut menjadi simbol hadirnya pemerintah di tengah masyarakat, sekaligus memberikan semangat baru bagi pengembangan potensi ekonomi, kesehatan, dan investasi di wilayah terpencil Kabupaten Nganjuk. (Sutiyani)

banner 300x250