Berita  

Warga Badean Menjerit, Air PDAM Hanya Menetes, Wakil Ketua SMSI Bondowoso Desak Evaluasi Total Pelayanan

Kabupaten Bondowoso
Foto: Air yang menetes di rumah warga Rt. 06 RW. 01 Kelurahan Badean Kabupaten Bondowoso. (Dok. Kliktoday/SMSI)

BONDOWOSO, KLIKTODAY.CO.ID – Kesabaran warga Kelurahan Badean, Kabupaten Bondowoso, tampaknya mulai mencapai batas. Keluhan mengenai minimnya debit air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bondowoso kembali mencuat dan memantik sorotan publik. Warga mengaku aliran air yang masuk ke rumah-rumah pelanggan sangat kecil, bahkan hanya menetes sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.

Kondisi tersebut menjadi persoalan serius bagi masyarakat yang selama ini bergantung pada layanan PDAM untuk kebutuhan mandi, mencuci, memasak, hingga kebutuhan rumah tangga lainnya. Beberapa warga bahkan menyebut air yang keluar dari kran hanya sebesar “kucing pipis”, sebuah istilah yang menggambarkan betapa kecilnya aliran air yang mereka terima setiap hari.

Ironisnya, di tengah pelayanan yang dikeluhkan pelanggan, kewajiban membayar tagihan tetap berjalan normal setiap bulan. Situasi itu menimbulkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat mengenai kualitas pelayanan yang diberikan perusahaan daerah tersebut.

BACA JUGA :
Danramil 0822/11 Tapen Hadiri Pengajian Umum dan Sholawat Bersama di Samba

Sorotan tajam datang dari Wakil Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bondowoso, Mulyono. Ia menilai persoalan yang dialami warga Badean tidak boleh dianggap sebagai gangguan biasa, melainkan harus menjadi perhatian serius manajemen PDAM karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.

“Air bersih adalah kebutuhan pokok masyarakat. Kalau air yang keluar dari kran hanya sebesar kucing pipis, tentu ini tidak bisa dianggap persoalan sepele. PDAM harus segera memberikan solusi, bukan membiarkan keluhan warga berlarut-larut,” tegas Mulyono kepada Klik Today, Sabtu (20/6/2026).

Menurutnya, pelayanan air bersih merupakan salah satu indikator utama kualitas pelayanan publik. Ketika masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan akses air, maka ada persoalan yang harus segera dibenahi oleh pihak pengelola.

Mulyono juga mengingatkan bahwa warga selama ini tetap memenuhi kewajibannya sebagai pelanggan dengan membayar tagihan tepat waktu. Karena itu, masyarakat berhak memperoleh pelayanan yang layak sesuai standar yang telah ditetapkan.

BACA JUGA :
Sat Reskrim Polres Bondowoso Berhasil Bekuk Pelaku Penipuan

“Jangan sampai warga hanya diwajibkan membayar tagihan, tetapi hak mereka untuk memperoleh pasokan air yang memadai justru tidak terpenuhi. Ini menyangkut kepercayaan publik terhadap pelayanan PDAM. Jangan sampai kepercayaan itu terus menurun karena keluhan masyarakat tidak segera ditangani,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mendesak manajemen PDAM Bondowoso untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi air yang selama ini berjalan. Menurutnya, persoalan bisa saja berasal dari berbagai faktor teknis, mulai dari jaringan pipa yang mengalami kerusakan, kebocoran distribusi, hingga lemahnya tekanan air ke wilayah pelanggan.

“Kalau ada kerusakan jaringan, kebocoran, atau persoalan teknis lainnya, sampaikan secara terbuka kepada masyarakat. Transparansi itu penting agar warga tidak terus bertanya-tanya mengapa air yang mereka terima sangat kecil. Jangan sampai masyarakat merasa diabaikan,” pungkasnya.

BACA JUGA :
Kodim 0822 Bondowoso Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila

Keluhan terkait layanan PDAM sendiri bukan kali pertama muncul di Kabupaten Bondowoso. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah wilayah pelanggan juga pernah menyampaikan persoalan serupa, mulai dari distribusi yang tidak lancar hingga gangguan pasokan air yang berlangsung cukup lama.

Warga Badean kini berharap ada langkah nyata dari pihak PDAM Bondowoso untuk mengatasi persoalan tersebut. Mereka menilai kebutuhan air bersih tidak bisa ditunda karena menyangkut aktivitas dan kesehatan masyarakat setiap hari.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak PDAM Bondowoso yang berkantor di Jalan Mastrip, Sentong, Sukowiryo, Kabupaten Bondowoso, belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab kecilnya debit air yang dikeluhkan warga Kelurahan Badean. Masyarakat pun masih menunggu jawaban sekaligus solusi konkret agar air yang mengalir ke rumah mereka tidak lagi sekadar menetes. (Sup)

banner 300x250