Berita  

Petani Tembakau di Bondowoso Bagian Utara Mulai Tanam, Optimistis Musim Tahun Ini Lebih Baik

Bondowoso
Foto: para pekerja tanam tembakau di sawah milik Ansori Desa Mandiro, Tegalampel, Bondowoso. (Dok: kliktoday)

Bondowoso, KLIKTODAY.CO.ID — Menghadapi musim tanam tahun 2026, para petani tembakau di wilayah utara Kabupaten Bondowoso mulai melakukan penanaman tembakau secara bertahap. Aktivitas tersebut tampak di sejumlah persawahan tepatnya di Desa Mandiro, Kecamatan Tegalampel, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

Para petani bersama pekerja terlihat sibuk mengolah lahan, membuat guludan, hingga memindahkan bibit tembakau ke area persawahan yang telah disiapkan sebelumnya. Cuaca yang mulai stabil setelah hujan dinilai menjadi waktu yang tepat untuk memulai masa tanam.

Salah satu pemilik lahan tembakau di Desa Mandiro, Ansori, mengaku optimistis musim tanam tahun ini dapat memberikan hasil yang lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Menurutnya, kondisi tanah dan cuaca saat ini cukup mendukung pertumbuhan tanaman tembakau.

“Alhamdulillah sekarang saya sudah mulai tanam. Cuaca juga mulai mendukung dan bibit yang disiapkan cukup bagus. Harapan saya tentu hasil panen nanti bisa lebih baik dan harga tembakau tetap stabil,” ujar Ansori, kepada Media Klik Today, Senin (18/5/2026).

BACA JUGA :
SPBU Berpotensi Padat, Wakapolres Bondowoso Kerahkan Personel Siaga Penuh

Ansori mengatakan, sebagian petani di wilayah utara Bondowoso memang mulai menanam lebih awal agar masa panen tidak bersamaan dengan daerah lain. Strategi tersebut dilakukan agar kualitas tembakau tetap terjaga dan harga jual lebih kompetitif di pasaran.

“Kalau tanam lebih awal biasanya panennya juga lebih cepat. Semoga nanti saat panen tidak terjadi penumpukan hasil tembakau sehingga harga masih tetap bagus,” katanya.

Ia menambahkan, biaya produksi tahun ini mengalami kenaikan dibanding musim sebelumnya. Mulai dari harga obat-obatan untuk perawatan dan/atau biaya pengolahan lahan, hingga ongkos tenaga kerja mengalami peningkatan. Meski demikian, para petani tetap memilih menanam tembakau karena dianggap masih menjadi komoditas andalan masyarakat setempat.

BACA JUGA :
Panen Lebih Cepat Jadi Target, Babinsa Dampingi Petani di Dabasah

“Memang biaya tanam sekarang cukup tinggi, terutama perawatan tembakau dan ongkos pekerja. Tapi saya pribadi tetap semangat karena tembakau, saya bisa beli sepeda motor baru tahun kemarin,” tambah Ansori.

Sementara itu, salah seorang pekerja tanam tembakau, Buhri, mengaku bersyukur musim tanam mulai berlangsung karena dapat membuka kembali lapangan pekerjaan bagi dirinya. Ia bersama sejumlah warga lainnya setiap hari membantu proses penanaman di lahan milik Ansori.

“Kalau sudah mulai musim tanam seperti ini kami senang karena ada pekerjaan lagi. Mulai dari mencabut bibit sampai tanam di sawah semua dikerjakan bersama,” tutur Buhri.

Menurut Buhri, aktivitas tanam tembakau biasanya berlangsung sejak pagi hingga sore hari. Para pekerja harus menyesuaikan kondisi cuaca agar bibit yang ditanam tidak cepat layu akibat panas berlebihan.

BACA JUGA :
Ajak Media KPU Bondowoso Gelar Sosialisasi Pemilu Damai

“Pekerjaan tanam memang cukup berat karena harus dilakukan hati-hati supaya bibit tidak rusak. Tapi temen-temen di sini sudah terbiasa karena hampir setiap tahun bekerja di lahan tembakau ini,” ujarnya.

Musim tanam tembakau di wilayah utara Bondowoso menjadi salah satu momentum penting bagi perputaran ekonomi masyarakat pedesaan. Selain menyerap tenaga kerja lokal, aktivitas tersebut juga mendorong peningkatan usaha lain seperti penjualan pupuk, bibit, hingga kebutuhan pertanian lainnya.

Para petani berharap kondisi cuaca selama beberapa bulan ke depan tetap stabil sehingga tanaman tembakau dapat tumbuh maksimal dan menghasilkan kualitas daun yang baik saat masa panen tiba. (Sup)

banner 300x250