Nganjuk, KLIKTODAY.CO.ID – Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda di Dusun Ngronggo, Desa Bagor Wetan, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk resmi dimulai dengan peletakan batu pertama pada 16 Januari 2026. Pembangunan ini menjadi bukti nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mendukung kemajuan infrastruktur pedesaan.
Kehadiran jembatan tersebut disambut penuh rasa syukur oleh warga karena dinilai sangat membantu aktivitas sehari-hari, terutama bagi para petani yang selama ini kesulitan akses, terlebih saat musim hujan.
Kepala Desa Bagor Wetan, Drs. Sugeng Anto, mewakili seluruh masyarakat menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran , khususnya kepada Dandim beserta seluruh anggotanya atas terbangunnya Jembatan Gantung Perintis Garuda.
“Dengan penuh rasa syukur dan bangga, kami mewakili masyarakat Desa Bagor Wetan mengucapkan banyak terima kasih juga kepada seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah Kabupaten Nganjuk yang telah membantu membangun Jembatan Gantung Perintis Garuda di Dusun Ngronggo,” ujarnya. Rabu (18/2/2026)
Pembangunan jembatan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari anggota TNI, pemerintah desa, hingga masyarakat setempat. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata kebersamaan dan integritas dalam membangun infrastruktur desa.
Jembatan Gantung Perintis Garuda memiliki peran strategis sebagai penghubung antara Dusun Kentingan, Desa Puh Kerep, Kecamatan Rejoso dengan Dusun Ngronggo, Desa Bagor Wetan, Kecamatan Sukomoro. Sebelumnya, akses antarwilayah tersebut cukup sulit dilalui, terutama saat debit air meningkat di musim penghujan.
Keberadaan jembatan ini kini sangat membantu mobilitas warga, khususnya para petani yang setiap hari mengangkut hasil pertanian. Akses menjadi lebih mudah, cepat, dan aman. Selain itu, jembatan juga mempermudah aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat antar desa.
Menurut Dandim 0810/Nganjuk, pembangunan jembatan ini bukan sekadar proyek fisik, tetapi juga simbol kuatnya kemanunggalan TNI dan rakyat.
“Semangat gotong royong yang terbangun dalam proses pembangunan ini menjadi nilai penting bagi kami. Ini menunjukkan bahwa kebersamaan mampu menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Pihaknya berharap keberadaan Jembatan Gantung Perintis Garuda dapat dirawat bersama agar manfaatnya dirasakan dalam jangka panjang.
“Pembangunan jembatan ini menjadi contoh nyata bahwa sinergi antara aparat dan masyarakat mampu menghadirkan perubahan positif bagi kemajuan desa,” pungkasnya. (Sutiyani)








