Warga Geruduk Polsek Ijen, Insiden Turunkan Bendera Jadi Sorotan

Bondowoso, KLIKTODAY.CO.ID – Sebuah insiden tak biasa terjadi di Polsek Ijen, sekitar pukul 11.00 WIB, saat puluhan warga tiba-tiba mendatangi kantor polisi dan membuat situasi di lokasi sempat mencekam. Namun, di balik ketegangan itu, ada satu tindakan yang kemudian menjadi pusat perhatian publik: turunnya bendera Merah Putih dari tiang halaman Polsek. Senin (17/11/2025).

Dalam video yang beredar, massa laki-laki dan perempuan terekam mengepung bangunan Polsek dari segala arah. Mereka memenuhi pintu masuk hingga area pagar luar, membuat akses keluar masuk kantor polisi itu nyaris tertutup total. Suasana semakin panas ketika aksi saling dorong tidak dapat dihindarkan.

Puncak ketegangan terjadi ketika Kapolsek Ijen, Iptu Suherdi, terlihat ditarik paksa keluar dari dalam kantor oleh beberapa warga. Momen itu memicu kepanikan aparat lain yang berusaha membuat barikade dan meredam emosi massa.

BACA JUGA :
Kodim 0822 Bondowoso Gelar Pembinaan Jaring Mitra Karib IV Tahun 2024

Di tengah kekacauan itu, terlihat sebuah tindakan yang mengundang reaksi publik: bendera Merah Putih diturunkan oleh warga. Tindakan tersebut bukan hanya melanggar etika dan aturan, tetapi juga jarang terjadi dalam konteks protes warga. Pengamat menyebut, aksi semacam itu kerap menjadi simbol kemarahan pada institusi, bukan pada negara.

BACA JUGA :
Dukung Kelancaran Mudik, Polres Bondowoso Pasang Stiker juga Sebar Imbauan Keselamatan

Seorang warga berinisial D, yang turut berada di lokasi, membenarkan adanya kericuhan tersebut. “Iya barusan. Kejadiannya jam 11,” ujarnya singkat ketika dikonfirmasi.

Ia memastikan bahwa warga telah membubarkan diri tidak lama setelah kejadian. “Sekarang sudah sepi, tidak ada yang terluka,” tambahnya.

BACA JUGA :
Menjelang Diakhir Tahun Perhutani Bondowoso Bagikan Bantuan Sembako Kepada Penyadap Aktif

Meski situasi telah kembali kondusif, polisi belum memberikan keterangan resmi. Hingga berita ini diturunkan, Kasi Humas Polres Bondowoso, Iptu Bobby Dwi Siswanto, belum merespons pertanyaan media terkait pemicu aksi massa tersebut.

Peristiwa ini menyisakan tanda tanya besar. Apa yang membuat warga berani melakukan aksi drastis hingga menurunkan bendera di kantor polisi? Tindakan itu dinilai sebagian pihak dapat memicu interpretasi dan polemik lebih luas bila tidak segera dijelaskan secara transparan oleh pihak berwenang. (**)