Kepala Sekolah SDN Sumbersuko Penuhi Panggilan Polisi Terkait Dugaan Hilangnya Satu Set Alat Hadrah

Polsek Klabang Bondowoso
Foto: Polsek Klabang Kecamatan Klabang Kabupaten Bondowoso Jawa Timur. (Dok: kliktoday/SMSI)

Bondowoso, KLIKTODAY.CO.ID — Kepala Sekolah SDN Sumbersuko, Kecamatan Klabang, Kabupaten Bondowoso, Sarifa, akhirnya memenuhi panggilan penyidik Polsek Klabang untuk memberikan keterangan terkait laporan kehilangan satu set alat hadrah milik sekolah yang dilaporkan pada 1 November 2025 lalu.

Sarifa datang ke Polsek Klabang pada Rabu (6/11/2025) pagi untuk dimintai keterangan lebih lanjut mengenai kronologi dan keberadaan terakhir alat hadrah tersebut.

Menurutnya, alat kesenian itu sebelumnya tersimpan di ruang perpustakaan sekolah yang juga dikenal dengan sebutan Perpustakaan Sumber Ilmu.

“Di ruang perpustakaan itu sebenarnya ada dua set hadrah. Namun yang hilang hanya satu set hadrah,” jelas Sarifa kepada petugas.

BACA JUGA :
Pj Bupati Bondowoso Hadiri Rapat Koordinasi Persiapan Penyaluran BLT DBHCHT

Ia menambahkan bahwa pihak sekolah baru menyadari kehilangan tersebut setelah petugas kebersihan mendapati rak penyimpanan dalam kondisi tidak lengkap.

Lanjut Sarifa, alat hadrah tersebut biasanya digunakan oleh siswa untuk kegiatan ekstrakurikuler keagamaan setiap pekan. Namun saat akan digunakan kembali, satu set di antaranya sudah tidak ditemukan.

“Selama ini ruangan terkunci, dan hanya Pak kebun atau pesuruh sekolah yang memiliki kunci,” ujarnya.

BACA JUGA :
Gelorakan Semangat Pagi, Kodim 0822 Bondowoso Latihkan Yel-Yel

Sementara itu, Kapolsek Klabang Nisin SH, melalui Kanit Reskrim Polsek Klabang Aipda Arif Rahman membenarkan bahwa pihaknya telah memeriksa Kepala Sekolah SDN Sumbersuko untuk dimintai keterangan terkait laporan kehilangan tersebut.

Ia menyebut, proses penyelidikan masih terus berjalan untuk mengungkap siapa pelaku di balik hilangnya alat kesenian tersebut.

“Kami sudah meminta keterangan dari Kepala Sekolah SDN Sumbersuko. Pemeriksaan ini merupakan bagian dari tindak lanjut laporan yang kami terima pada tanggal 1 November 2025,” ujar Aipda Arif Rahman.

Ia menambahkan bahwa penyidik juga akan memanggil sejumlah saksi lain, termasuk guru dan penjaga sekolah, untuk memperkuat keterangan dan memastikan apakah ada unsur kelalaian atau tindak pencurian.

BACA JUGA :
KRI Bondowoso Layani Masyarakat Dengan Ramah

“Kami masih melakukan pendalaman, termasuk memeriksa kondisi ruangan dan kemungkinan akses keluar-masuk dari pihak luar. Semua langkah dilakukan sesuai prosedur agar hasilnya akurat,” tegasnya.

Polsek Klabang mengimbau masyarakat, khususnya pihak sekolah, agar lebih berhati-hati dalam menyimpan barang inventaris dan memastikan sistem keamanan sekolah tetap terjaga untuk menghindari kejadian serupa di masa mendatang. (Sup)