Curanmor Terekam CCTV di Kantor Mekaar Tegalampel Bondowoso, Motor Beat 2024 Raib

Kantor Mekaar
Rekaman cctv saat pelaku curanmor saat beraksi di kantor Mekaar Sekarputih Kecamatan Tegalampel Kabupaten Bondowoso. (Dok: kliktoday/SMSI)

Bondowoso, KLIKTODAY.CO.ID – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) terjadi di kantor Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) yang berlokasi di Desa Sekarputih RT 6 RW 16, Kecamatan Tegalampel, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 23 Januari 2026, sekitar pukul 16.47 WIB.

Pelaku curanmor terekam jelas kamera CCTV kantor. Dalam rekaman tersebut, pelaku terlihat berboncengan menggunakan sepeda motor, mengenakan baju hitam dan celana jeans biru. Pelaku datang dari arah timur dan usai melakukan aksinya, kembali melarikan diri ke arah yang sama.

BACA JUGA :
Padamkan Api, Dandim 0822/Bondowoso Turun ke Lapangan Bersama Anggota

Petugas Mekaar, Fifin Nurul Isnaini, mengatakan saat peristiwa berlangsung, kondisi kantor dalam keadaan sepi.

“Di kantor saat itu hanya ada satu orang admin, sehingga pelaku dengan mudah menjalankan aksinya,” ujar Fifin kepada media Klik Today, Rabu (28/1/2026).

BACA JUGA :
Tanggap Cepat Babinsa Kodim 0822 dan BPBD Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Bondowoso

Motor yang digondol pelaku adalah sepeda motor Honda Beat hitam tahun 2024 dengan nomor polisi N 2379 RO. Kendaraan tersebut merupakan milik kantor dan/atau infentaris petugas.Mekaar.

Fifin menambahkan, dirinya tidak berada di dalam kantor saat kejadian berlangsung.

“Pas kejadian, posisi saya sedang di jalan, baru turun dari arah Purnama, jadi tidak mengetahui secara langsung aksi pencurian itu,” jelasnya.

BACA JUGA :
Kapolres Bondowoso Menerima Penghargaan dari Kementerian PDTT

Ia juga berharap aparat penegak hukum segera menindaklanjuti kasus tersebut berdasarkan rekaman CCTV yang sudah diamankan.

“Rekaman CCTV terlihat cukup jelas, semoga bisa membantu pihak kepolisian untuk mengidentifikasi dan menangkap pelaku,” pungkas Fifin.

Hingga berita ini diturunkan, pihak korban masih berkoordinasi dengan kepolisian setempat untuk proses pelaporan dan penyelidikan lebih lanjut. (*)

banner 300x250