TNI  

TMMD ke 119 Ditutup, Pangdam V Brawijaya Perintahkan Rawat Hasil yang Dicapai untuk Kemaslahatan Masyarakat

Blitar, KLIKTODAY.CO.ID – TMMD ke-119 berlangsung di beberapa daerah di Jawa Timur, secara resmi ditutup. Selain di Blitar, TMMD juga digelar di Kabupaten Lamongan, Gresik, Pasuruan, Pamekasan dan Pasuruan.

Selain program fisik, pelaksanaan TMMD tersebut juga menyasar program non fisik. Program itu, bertujuan untuk meningkatkan wawasan masyarakat melalui berbagai sosialisasi yang dilakukan oleh semua pihak terkait.

Keberadaan TMMD, merupakan bukti nyata keseriusan TNI bersama Pemerintah dalam upaya mengatasi segala kesulitan rakyat di daerah, terlebih dalam rangka percepatan pembangunan.

BACA JUGA :  Babinsa Taman Krocok Mendampingi Petugas Kesehatan Melaksanakan Imunisasi Anak Nasional ( BIAN)

Hal tersebut dijelaskan oleh Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rafael Granada Baay disela berlangsungnya upacara penutupan TMMD di Kabupaten Blitar. Rabu (20/03/2024).

“Saya berharap, pencapaian dari pelaksanaan TMMD dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat, terutama dalam rangka peningkatan kesejahteraan serta dapat menjadi tolak ukur kegiatan yang akan datang,” kata Pangdam.

BACA JUGA :  Bareskrim Polri Kirim Berkas Kasus Korupsi Pengadaan Alat Kesehatan Cath Lab dan CT Scan ke Kejagung

Bahkan, terdapat beberapa pesan disampaikan oleh Pangdam dihadapan masyarakat yang berada di lokasi TMMD.

Selain menjaga kebersamaan antara TNI dan rakyat, Mayjen TNI Rafael juga menghimbau masyarakat untuk bisa menjaga dan merawat berbagai fasilitas yang telah dibangun oleh Satgas TMMD.

“Rawat hasil TMMD ini, agar manfaatnya dapat dirasakan dan dinikmati dalam kurun waktu yang lama,” pinta Pangdam.

BACA JUGA :  Target Pembangunan Pos Kamling Warga dan Satgas TMMD 116 Bondowoso

Sekedar informasi, pada pelaksanaan TMMD di Blitar, terdapat beberapa program fisik yang berhasil diselesaikan oleh Satgas. Program fisik tersebut, terdiri dari rabat jalan beton sepanjang satu kilometer, pembuatan talud dan drainase, perbaikan sabuk bendungan, pembuatan tandon air, renovasi rumah tidak layak huni, jambanisasi hingga renovasi musholla yang tersebar di lima titik. (*)