SURABAYA, KLIKTODAY.CO.ID — Perjalanan panjang Dr. Hj. Dewi Sugesti, S.Pd., M.A.P., dalam dunia pendidikan dan kebijakan publik mencapai momentum penting. Pada Sabtu, 22 Agustus 2026, ia mengikuti prosesi wisuda Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya dan meraih gelar doktor dengan predikat Cumlaude.
Pencapaian tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan akademik sekaligus pengabdiannya yang berawal dari ruang kelas. Sebelum menapaki jenjang akademik tertinggi, Dewi Sugesti dikenal sebagai seorang pendidik yang mengabdikan diri sebagai Guru Fisika di SMAN 2 Berau dan SMAN 3 Berau.
Pengabdiannya sebagai guru kemudian berlanjut di SMPN 1 Talisayan. Pengalaman berinteraksi secara langsung dengan peserta didik menjadi bagian penting dalam membentuk perspektifnya mengenai pendidikan, sumber daya manusia, serta tantangan pembangunan.
Dari pengalaman di ruang kelas tersebut, kiprahnya kemudian berkembang ke ranah kebijakan publik. Ia dipercaya menjalankan tugas di Dinas Pendidikan Kabupaten Berau dengan peran sebagai Analis Kebijakan Ahli Muda.
Perjalanan tersebut mempertemukan pengalaman empiris sebagai pendidik dengan kemampuan analisis dalam merumuskan dan mengkaji kebijakan.
Raih Prestasi di Bidang Analis Kebijakan
Tidak hanya menyelesaikan pendidikan doktoral, Dewi Sugesti juga mencatat prestasi lain dalam perjalanan profesionalnya.
Beberapa minggu sebelum prosesi wisuda, ia berhasil lulus pada jenjang Analis Kebijakan Ahli Madya dan meraih peringkat kedua nasional untuk wilayah Kalimantan.
Capaian tersebut melengkapi perjalanan profesionalnya yang berkembang dari seorang guru, kemudian menjadi analis kebijakan hingga meraih gelar doktor.
Rangkaian prestasi itu menunjukkan konsistensinya dalam mengembangkan kapasitas akademik dan profesional. Pengalaman panjang di bidang pendidikan menjadi bekal dalam memahami berbagai persoalan yang berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia.
Perjalanan Dewi Sugesti juga menggambarkan bahwa pengalaman seorang guru tidak berhenti pada aktivitas mengajar di ruang kelas. Pengalaman tersebut dapat menjadi dasar untuk berkembang ke ranah yang lebih luas, termasuk analisis dan perumusan kebijakan.
Dari Ruang Kelas ke Ruang Kebijakan
Sebagai guru Fisika, Dewi Sugesti terbiasa mengajarkan konsep, rumus, logika, dan hukum-hukum alam kepada para siswa. Namun, pengalaman tersebut sekaligus menjadi bagian dari proses panjang dalam membangun cara berpikir kritis dan sistematis.
Ketika kemudian memasuki dunia analisis kebijakan, kemampuan tersebut menjadi modal dalam membaca persoalan secara lebih luas.
Perubahan peran itu memperlihatkan perjalanan dari mendidik generasi di ruang kelas menuju ikut membaca dan menganalisis kebutuhan kebijakan pendidikan.
Kini, dengan pengalaman sebagai pendidik, kapasitas sebagai analis kebijakan, serta pencapaian akademik di jenjang doktoral, Dewi Sugesti berada pada persimpangan antara dunia pendidikan dan kebijakan publik.
Gelar Doktor Bukan Akhir Pengabdian
Wisuda dan gelar doktor menjadi pencapaian penting, tetapi bukan berarti perjalanan pengabdian telah berakhir.
Justru, capaian akademik tersebut membuka ruang yang lebih besar untuk mengimplementasikan pengetahuan melalui gagasan, inovasi, analisis, maupun kontribusi terhadap kebijakan publik.
Perjalanan Dewi Sugesti memberikan gambaran bahwa pendidikan dan pengalaman profesional dapat berjalan beriringan dalam membentuk kapasitas seseorang.
Dari seorang guru Fisika yang berhadapan langsung dengan siswa, ia kemudian berkembang menjadi analis kebijakan dan menyelesaikan pendidikan doktoral dengan predikat Cumlaude.
Perjalanan itu sekaligus menjadi gambaran bahwa ruang kelas dapat menjadi titik awal bagi lahirnya pemikiran yang lebih luas.
Kini, setelah mencapai puncak akademik, tantangan berikutnya adalah bagaimana ilmu dan pengalaman yang telah diperoleh dapat memberikan manfaat lebih luas bagi dunia pendidikan serta pembangunan sumber daya manusia.
Dari guru Fisika menuju doktor, dari ruang kelas menuju ruang kebijakan. Perjalanan Dr. Hj. Dewi Sugesti menjadi catatan bahwa pengabdian di bidang pendidikan dapat terus berkembang seiring dengan bertambahnya ilmu, pengalaman, dan tanggung jawab. (Burawi)








