Bondowoso, KLIKTODAY.CO.ID – Bupati Bondowoso, Abd. Hamid Wahid, hadir secara langsung untuk menerima dan menyerap aspirasi sejumlah aliansi mahasiswa yang menyampaikan berbagai pandangan serta harapan terkait arah pembangunan daerah. Pertemuan tersebut berlangsung di halaman Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Bondowoso pada Kamis, 5 Maret 2026.
Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah daerah dan mahasiswa sebagai representasi suara masyarakat. Dalam kesempatan itu, Bupati Bondowoso didampingi oleh pimpinan DPRD, Sekretaris Daerah, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso.
Suasana diskusi berlangsung hangat dan penuh keterbukaan. Para mahasiswa menyampaikan sejumlah aspirasi yang dinilai penting bagi kemajuan daerah, mulai dari tata kelola anggaran hingga pembangunan infrastruktur yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
Beberapa poin utama yang disampaikan mahasiswa antara lain dorongan kepada pemerintah daerah untuk melakukan efisiensi belanja pegawai serta belanja barang dan jasa. Mereka menilai langkah efisiensi tersebut penting agar alokasi anggaran dapat lebih difokuskan pada program pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Selain itu, mahasiswa juga mendorong adanya peningkatan anggaran pembangunan infrastruktur, khususnya pada sektor jalan raya dan jaringan irigasi. Menurut mereka, perbaikan dan pembangunan infrastruktur merupakan kebutuhan mendesak yang harus diprioritaskan untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Tidak hanya itu, mahasiswa juga mengangkat isu transparansi pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Mereka berharap pemerintah daerah terus memperkuat sistem pengelolaan anggaran yang transparan, akuntabel, serta mudah diakses oleh publik sebagai bentuk keterbukaan informasi.
Dalam dialog tersebut, mahasiswa juga menyoroti persoalan konflik yang terjadi di wilayah Kecamatan Ijen. Mereka meminta pemerintah daerah mengambil langkah-langkah strategis untuk membantu menyelesaikan persoalan tersebut secara adil dan berkelanjutan.
Selain itu, mahasiswa mengusulkan agar pemerintah daerah menyediakan kanal pengaduan masyarakat yang lebih responsif dan mudah diakses. Hal ini dinilai penting agar berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah.
Menanggapi berbagai aspirasi yang disampaikan, Bupati Bondowoso Abd. Hamid Wahid menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan partisipasi aktif mahasiswa terhadap pembangunan daerah.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa dalam menyampaikan gagasan dan kritik konstruktif merupakan bagian penting dalam proses pembangunan yang demokratis.
“Apa yang disuarakan oleh rekan-rekan mahasiswa, khususnya terkait pembangunan infrastruktur dan pengelolaan anggaran, pada dasarnya sejalan dengan perhatian kami,” ujar Bupati.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya menyesuaikan kebijakan pembangunan dengan kebutuhan masyarakat di lapangan. Salah satu fokus yang menjadi perhatian adalah pembangunan infrastruktur yang menjadi indikator penting dalam menilai kinerja pemerintah.
“Berbagai survei menunjukkan bahwa masyarakat sangat mengharapkan prioritas pada pembangunan jalan sebagai indikator nyata kinerja pemerintah,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Bupati juga menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama DPRD akan terus memperkuat sinergi dalam menyusun kebijakan pembangunan yang berpihak kepada masyarakat.
“Pemerintah daerah bersama DPRD terus berupaya mendorong percepatan pembangunan infrastruktur agar manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat luas,” tambahnya.
Dialog antara mahasiswa dan pemerintah daerah tersebut diharapkan menjadi langkah positif dalam membangun komunikasi yang sehat antara pemerintah dan masyarakat. Melalui forum seperti ini, aspirasi publik dapat tersampaikan secara langsung sekaligus menjadi bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan pembangunan daerah ke depan. (Sup)








