BONDOWOSO, KLIKTODAY.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus mendorong penguatan tata kelola pemerintahan melalui penerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dan manajemen risiko.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan pengarahan terkait SPIP dan manajemen risiko oleh Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Timur, Hasoloan Manalu, di Ruang Sabha Bina Praja Sekretariat Daerah Kabupaten Bondowoso, Kamis (24/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Bondowoso As’ad Yahya Syafi’i, S.E., Kepala Perwakilan BPKP Jawa Timur beserta jajaran, Asisten Sekda, Inspektur Daerah, serta seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso.
Dalam arahannya, Kepala Perwakilan BPKP Jawa Timur Hasoloan Manalu menjelaskan, penerapan SPIP merupakan bagian penting dalam mendukung pencapaian tujuan instansi pemerintah.
Menurutnya, SPIP diarahkan untuk memastikan kegiatan pemerintahan berjalan efektif dan efisien, pelaporan keuangan dapat diandalkan, aset negara maupun daerah terlindungi, serta pelaksanaan kegiatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Penerapan SPIP harus menjadi bagian dari proses penyelenggaraan pemerintahan untuk mendukung pencapaian tujuan organisasi secara efektif, efisien, akuntabel dan sesuai ketentuan,” ujar Hasoloan.
Ia juga menjelaskan pentingnya penerapan manajemen risiko di lingkungan pemerintah daerah. Proses tersebut dilakukan melalui identifikasi dan analisis terhadap berbagai risiko yang dapat memengaruhi pencapaian tujuan pemerintah daerah.
Manajemen risiko, lanjutnya, juga menjadi salah satu dasar dalam penyusunan Rencana Tindak Pengendalian (RTP). Dengan demikian, risiko yang berpotensi menghambat pelaksanaan program dapat diantisipasi melalui langkah pengendalian yang terukur.
“Manajemen risiko perlu dilakukan secara sistematis agar pemerintah daerah dapat mengidentifikasi risiko, menganalisis dampaknya, sekaligus menentukan langkah pengendalian yang diperlukan,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Bondowoso As’ad Yahya Syafi’i menyampaikan apresiasi kepada Kepala Perwakilan BPKP Jawa Timur beserta jajaran atas kunjungan dan penguatan yang diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Bondowoso.
Menurut As’ad, penguatan SPIP dan manajemen risiko menjadi hal penting dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan daerah.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kepala Perwakilan BPKP Jawa Timur beserta jajaran atas kunjungan serta penguatan yang diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Ini menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan,” kata As’ad.
Ia berharap sinergi dan kolaborasi antara Pemkab Bondowoso dengan BPKP Jawa Timur yang telah terjalin selama ini dapat terus ditingkatkan.
As’ad menilai, penguatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi pemahaman di tingkat pimpinan, tetapi juga diterapkan secara konsisten oleh seluruh perangkat daerah dalam menjalankan tugas dan fungsi masing-masing.
“Kami berharap sinergi dan kolaborasi yang selama ini telah terjalin dapat terus ditingkatkan, sehingga memberikan dampak nyata terhadap kualitas penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Bondowoso,” ungkapnya.
Wakil Bupati juga mendorong seluruh perangkat daerah untuk memperkuat komitmen dalam penerapan SPIP dan manajemen risiko di masing-masing unit kerja.
Selain itu, budaya kerja yang mengedepankan integritas, akuntabilitas, transparansi serta kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan perlu terus dibangun dan diperkuat.
Dengan penerapan SPIP dan manajemen risiko secara konsisten, Pemkab Bondowoso berharap proses penyelenggaraan pemerintahan dapat berjalan lebih tertib, terukur dan mendukung pencapaian target pembangunan daerah. (Sofi)








