Nganjuk, KLIKTODAY.CO.ID – Pembangunan Jembatan Cable Statis Perintis Garuda Tahap III resmi dimulai di wilayah Kodim 0810/Nganjuk. Proyek tersebut berlokasi di Sungai Kali Jurog, tepatnya di Dusun Genjeng, Desa Genjeng, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Minggu (12/4/2026).
Pembangunan jembatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah pedesaan, khususnya untuk menghubungkan Dusun Genjeng dengan Dusun Jampes yang selama ini terpisah oleh aliran sungai.
Berdasarkan data yang dihimpun, pekerjaan konstruksi dimulai pada 7 April 2026. Jembatan yang dibangun memiliki panjang 18 meter dengan lebar 1,8 meter, menyesuaikan kondisi Sungai Kali Jurog yang memiliki lebar sekitar 15 meter dan kedalaman mencapai 2 meter.
Program ini merupakan bagian dari upaya percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah teritorial Kodim 0810/Nganjuk, dengan fokus pada peningkatan aksesibilitas masyarakat di daerah pedesaan.
Selain itu, pembangunan jembatan tersebut diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga, baik untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, maupun sosial kemasyarakatan. Selama ini, warga harus menempuh jalur alternatif yang cukup jauh atau menghadapi risiko saat menyeberangi sungai secara langsung.
Sebanyak 635 jiwa atau sekitar 275 kepala keluarga (KK) diproyeksikan menjadi penerima manfaat langsung dari pembangunan jembatan ini. Kehadiran jembatan diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Dalam pelaksanaannya, pembangunan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan berbagai unsur. Tercatat sebanyak 20 personel dari Kodim 0810/Nganjuk diterjunkan dalam kegiatan ini, bersama 7 orang dari pemerintah desa serta 28 warga masyarakat yang turut ambil bagian.
Kolaborasi antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat tersebut menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mendukung pembangunan di daerah.
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap III ini diharapkan dapat selesai tepat waktu sehingga manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat, sekaligus memperkuat infrastruktur dasar di Kabupaten Nganjuk. (Sutiyani)








