Bondowoso, KLIKTODAY.CO.ID — Senyum bahagia menyelimuti wajah para ibu-ibu di Desa Mandiro, Kecamatan Tegalampel, dan Desa Paguan Kecamatan Tamankrocok Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. mereka yang mendapat undangan berkumpul dengan penuh semangat di balai desa, menanti pembagian bantuan dari program Jawa Timur Pemberdayaan Usaha Perempuan (Jatim Puspa) — program yang kini menjadi sumber harapan baru bagi keluarga mereka.
Kepala Desa Mandiro, Muhammad Ali Sodikin, tak dapat menyembunyikan rasa syukurnya. Ia menyebut bahwa warganya benar-benar membutuhkan dukungan seperti ini untuk menggerakkan ekonomi rumah tangga, terutama bagi para ibu dan janda yang selama ini berjuang mandiri.
“Warga kami Desa Mandiro mendapatkan 36 KPM dan Paguan 24 KPM dari Jatim Puspa. Ada yang mendapat ayam, itik, mesin obras, alat pencabut bulu ayam, dan perlengkapan usaha lainnya, dengan nilai bantuan Rp2.500.000 per KPM dalam bentuk barang,” tutur Ali Sodikin saat ditemui di Balai Desa pasca kegiatan. Rabu (29/10/2025)
Lebih lanjut ia menegaskan, pemerintah desa akan turun langsung memantau agar bantuan tidak berhenti di tangan penerima, melainkan menjadi titik awal lahirnya kemandirian.
“Kami akan melakukan pemantauan di setiap dusun. Nanti kasun masing-masing yang akan melihat langsung perkembangan usaha penerima bantuan ini. Penerimanya sebagian besar ibu-ibu, termasuk yang berstatus janda. Kami ingin mereka tidak hanya menerima, tapi juga berkembang,” ujarnya.
Di antara kerumunan penerima, Bu Rizki Alias Susana (47), seorang ibu rumah tangga yang menerima bantuan berupa mesin obras, menitikkan air mata bahagia.
“Saya sudah lama ingin punya mesin obras sendiri, tapi tidak pernah mampu beli. Dulu saya cuma bantu menjahit di rumah tetangga. Alhamdulillah sekarang saya bisa mulai usaha kecil di rumah. Terima kasih banyak, ini bukan cuma bantuan — ini kesempatan hidup baru,” ungkapnya dengan suara bergetar.
Sementara Bu Rama alias Siti Aminah (39), penerima bantuan ayam petelur, mengaku program ini membuatnya kembali bersemangat setelah sempat kehilangan pekerjaan.
“Ayam ini mungkin kecil nilainya bagi orang lain, tapi buat saya luar biasa. Dari sini saya bisa belajar usaha, bisa mandiri tanpa selalu berharap pada orang lain,” katanya dengan mata berkaca-kaca.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bondowoso, Mahfud, menjelaskan bahwa program Jatim Puspa ini adalah hasil kolaborasi antara pemerintah kabupaten dan provinsi — sebagai wujud nyata perhatian bagi masyarakat desa.
“Kita tahu kondisi APBD di banyak kabupaten sedang terbatas. Karena itu kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi sangat penting. Kami usulkan kebutuhan yang benar-benar dibutuhkan warga. Alhamdulillah, tahun ini jumlah desa penerima meningkat dibandingkan tahun sebelumnya,” papar Mahfud.
Mahfud menambahkan, penerima bantuan dipilih berdasarkan indeks kemandirian desa dan hasil evaluasi program kesejahteraan sebelumnya.
“Desa yang sudah pernah menerima PKH tapi dinilai belum mandiri, itu jadi salah satu prioritas kami. Tujuannya agar mereka benar-benar naik kelas dan punya penghasilan tetap,” jelasnya.
Tahun ini ada 60 KPM, Desa Mandiro menerima 36 KPM, sementara Desa Paguan Kecamatan Taman Krocok menerima 24 KPM, dengan nilai bantuan Rp2.500.000 per KPM dalam bentuk barang.
“Untuk tahun 2026, kami menargetkan ada 10 desa penerima lagi. Kami terus klarifikasi dengan pihak provinsi agar penyaluran tepat sasaran,” tegas Mahfud di akhir wawancara. (Sofia Diniarti)








