Tim Penggerak PKK Canangkan Gas Tancap demi Stabilisasi Harga Cabai

Tim penggarak pkk bondowoso
Masyarakat di Desa Lombok Kulon, Kecamatan Wonosari diajak untuk memanfaatkan lahan pekarangan dengan menanami cabai. (Foto: Dok. Supriadi/kliktoday)
banner 468x60

Bondowoso, KLIKTODAY.CO.ID – Masyarakat di Desa Lombok Kulon, Kecamatan Wonosari diajak untuk memanfaatkan lahan pekarangan dengan menanami cabai. Ajakan tersebut bahkan menjadi gerakan yang diinisiasi oleh Tim Penggerak PKK Bondowoso, dengan pencanangan GAS TANCAP. Yang merupakan akronim dari gerakan serentak tanam cabai di pekarangan.

Pencanangan GAS TANCAP di Desa Lombok Kulon, dihadiri oleh Pj Bupati Bondowoso, Bambang Soekwanto; Kapolres Bondowoso, AKBP Lintar Mahardono; Komandan Kodim 0822 Bondowoso, Letkol Arm Suhendra Chipta; serta Kajari Bondowoso, Dzakiyul Fikri. Selasa (27/02/2024)

BACA JUGA :  Pj. Sekda Salurkan Bantuan Pada Korban Kebakaran di Desa Klabang Kecamatan Tegalampel Bondowoso

Ketua Tim penggerak PKK, Ny. Ratih Bambang Seokwanto, mengatakan, cabai merupakan salah satu komoditas penyumbang inflasi di tanah air. Karena itulah, pihaknya memberikan dukungan melalui GAS TANCAP.

Dengan harapan pencanangan ini menjadi salah satu solusi untuk menjaga agar tidak terjadi kelangkaan cabai di masyarakat.

BACA JUGA :  24 Kasus yang Lama, Berikut Penjelesan Kejari Bondowoso

“Harapan kami GAS TANCAP ini bisa memberikan kontribusi pada ketahanan pangan keluarga,” ujarnya.

Pj Bupati Bondowoso, Bambang Soekwanto, mengatakan, harga cabai saat ini tembus Rp 80 ribu per kilogram. Dengan GAS TANCAP ini diharapkan bisa stabilisasi harga cabai dengan mengoptimalkan pekarangan.

Karena itulah, pemanfaatan pekarangan untuk menanam cabai dinilainya sangat baik. Namun begitu, perlu untuk diperluas, tak hanya di pekarangan. Melainkan di kantor-kantor OPD, halaman sekolah yang ada di masing-masing kecamatan.

BACA JUGA :  Kadiskoperindag, Jelang Ramadan, Pemkab Bondowoso Pastikan Bahan Pokok Aman

“Jika ini betul-betul merata, harga cabai di Bondowoso tak perlu beli. Karena masyarakat cukup memanen di pekarangan,” ujarnya.

Dalam kegiatan itu, turut pula diserahkan bantuan sembako, dan bibit cabai secara gratis pada masyarakat. (Sup)