Polri  

Operasi Patuh Semeru 2023 Polrestabes Surabaya Catat Angka Pelanggaran Turun

banner 468x60

Surabaya, KLIKTODAY.CO.ID – Operasi Patuh Semeru 2023 sudah berjalan satu pekan, Sebanyak 3.701 pengendara di Surabaya ditilang selama satu Minggu operasi Patuh Semeru 2023 sejak Senin (10/7/2023) hingga Minggu (16/7/2023).

Dari data yang di himpun, 3.701 penindakan itu terdiri dari 2.547 penindakan dati E TLE Statis, 449 E TLE Mobile dan 705 tilang manual.

Polrestabes Surabaya juga melakukan teguran terhadap 43.330 kendaraan.

Kapolrestabes Surabaya Kombespol Pasma Royce melalui Kasat Lantas Polrestabes Surabaya, AKBP Arif Fazlurrahman mengatakan, secara umum, tingkat kedisiplinan pengendara relatif membaik.

BACA JUGA :  Team Pamatwil Polda Jatim Melakukan Kunjungan (Supervisi) di Pos Pam Bondowoso

“Khususnya pada pagi, siang dan sore hari. Di banding tahun lalu, jumlah pelanggar semakin menurun,”ujar AKBP Arif,Selasa (18/7).

Jumlah dan angka tersebut kata AKBP Arif semakin berkurang, artinya ada peningkatan kepatuhan.

“Kalau kita lihat beberapa bulan lalu jangankan malam hari, siang hari kita masih lihat pengendara yang jelas-jelas melanggar di jalur protokol tengah kota,” ujar AKBP Arif.

BACA JUGA :  Hari Kesadaran Nasional, Kapolda Jatim Kembali beri Penghargaan Anggota Berprestasi

Seperti misalnya tidak menggunakan helm, pada Operasi Patuh Semeru 2023 sebanyak 337 pelanggar. Sementara pada periode 2022 sebanyak 520 pelanggar.

Arif menyebut, penurunan pelanggaran ini terjadi di jalan protokol atau tengah kota. Sementara di pinggiran kota masih tinggi.

“Daerah perbatasan Surabaya, wilayah Surabaya Utara perbatasan dengan Perak, seperti Kedung Cowek banyak pelanggaran di siang hari seperti lawan arus, nah itu kita treatment terus. Kita penindakan di sana. Harapannya masyarakat di lokasi itu semakin meningkat kepatuhannya,” ungkap Arif.

BACA JUGA :  Gerak Cepat Polisi Bondowoso Beguk Pelaku Curanmor di Waktu Patroli

Ia mengklaim, penurunan ini karena pihaknya giat melakukan penindakan. Sehingga kepatuhan pun menungkat.

“Bisa turun, karena kita giat melakukan penindakan. Karena penindakan bukan cuma tilang, menegur itu juga penindakan,” pungkasnya. (jas)