Cetak Enam Desa Divisa Baru, LPEI Gandeng Pemprov Jatim

LPEI

Surabaya, KLIKTODAY.CO.ID – Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank menggandeng Pemprov Jatim mencetak enam desa devisa baru, Kamis (3/11/2022). Tujuannya untuk meningkatkan ekspor nasional melalui berbagai program unggulan.

Peluncur enam desa devisa tersebut dilakukan di sela-sela acara East Java Export Festival yang dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indra Parawansa.

Adapun enam desa devisa yang diluncurkan antara lain Desa Tenun Ikat Lamongan; Desa Devisa Batik dan Tenun Gedog Margorejo dan Kedungrejo, Tuban; Desa Devisa Klaster Furnitur dan Home Decor Bonggol Jati, Ngawi; Desa Devisa Klaster Furnitur dan Home Decor Kendang Jimbe Blitar dan Desa Devisa Klaster Rempah – Jahe Pacitan.

BACA JUGA :  LPEI Salurkan Bantuan Bencana Gempa Cianjur

Menurut Direktur Pelaksana Bidang Hubungan Kelembagaan LPEI, Chesna F. Anwar, enam desa devisa tersebut selanjutnya akan diberikan pendampingan dan pelatihan oleh LPEI dalam rangka mendorong produk mereka menembus pasar ekspor.

Selain itu, enam desa devisa ini diharapkan dapat menjadi pilot project sebagai percontohan untuk desa lainnya. Sehingga dapat menjadi daya ungkit untuk maju bersama menjadi desa berorientasi ekspor.

“Kami mengucapkan terima kasih dan mendukung penuh kolaborasi yang senantiasa terjalin. LPEI kembali berkolaborasi dengan Pemprov Jatim yang akan bersama-sama mendorong 36 desa yang berada di enam lokasi di Jawa Timur menjadi desa lokal yang mendunia,” ujarnya.

BACA JUGA :  Kapolres Bondowoso AKBP Wimboko SIK Hadiri Kunjungan Menparekraf di Desa Wisata Tirta Agung

Chesna menyampaikan, desa devisa di Jawa Timur adalah yang terbanyak di Indonesia. “Bahkan kami dan Pemprov Jatim telah melaksanakan pelatihan Coaching Program for New Exporter (CPNE) yang melibatkan 604 peserta. Dan berhasil menciptakan 50 eksportir baru sampai dengan September 2022,” tegasnya.

Selain itu, dari sisi pembiayaan UKM di Jawa Timur LPEI telah menyalurkan pembiayaan ekspor sebesar Rp5,4 triliun per-Juni 2022.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indra Parawansa, optimis dengan enam desa devisa ini mampu meningkatkan kinerja ekspor di Jawa Timur, khususnya para pelaku UMKM. Sehingga dalan waktu yang sama juga akan bisa meningkatkan kesejahteraan para pengrajin.

BACA JUGA :  Mewujudkan Banyuwangi Bersinar, Bersih dari Narkoba

“Alhamdulillah hari ini bertambah enam desa devisa di Jawa Timur. Kita berharap ini bisa meningkatkan kinerja ekspor dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk LPEI, kami berharap kuota desa devisa dapat semakin ditambah. Sebab, secara tidak langsung desa devisa sebagai jembatan bagi produk lokal untuk menjadi kunci pertumbuhan ekonomi Jawa Timur bahkan nasional,” pungkas Mantan Mensos RI ini.(War)