BONDOWOSO, KLIKTODAY.CO.ID – Kebakaran lahan terjadi di kawasan yang berbatasan dengan Dusun Patirana RT 09 RW 03, Desa Wonosari, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, pada Senin (14/9/2026) malam.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 20.15 WIB itu berada tepat di lereng Gunung Ko’ong. Api dilaporkan membakar lahan milik warga atas nama Pak Put serta merambat ke kawasan hutan. Penyebab kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan pihak terkait.
Peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan kepada Babinsa Desa Wonosari, Sertu Mario, melalui kepala kampung setempat. Setelah menerima laporan, Sertu Mario langsung melakukan koordinasi dengan perangkat Desa Wonosari, Muspika Kecamatan Grujugan, TRC-PB BPBD Bondowoso serta unsur terkait lainnya.
“Begitu mendapat laporan, kami langsung berkoordinasi dengan pihak desa dan unsur terkait untuk segera menuju lokasi. Kondisi medan cukup terjal sehingga penanganan harus dilakukan secara manual,” ujar Sertu Mario.
Petugas bersama masyarakat kemudian bergerak menuju lokasi untuk melakukan asesmen sekaligus penanganan. Berdasarkan hasil penanganan di lapangan, sekitar satu hektare lahan terdampak kebakaran. Sejumlah pohon jati dan sengon juga dilaporkan ikut terbakar.
Proses pemadaman melibatkan Babinsa, personel Koramil Grujugan, BPBD Bondowoso, Polsek Grujugan, pemerintah kecamatan dan desa, relawan SAR serta masyarakat sekitar.
Kondisi medan yang terjal menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman. Kendaraan pemadam kebakaran tidak dapat menjangkau titik lokasi sehingga petugas menggunakan peralatan manual berupa gepyok untuk memutus dan memadamkan titik-titik api.
Sertu Mario mengatakan, seluruh unsur yang terlibat terus melakukan upaya agar api tidak meluas ke kawasan lainnya.
“Kami bersama seluruh unsur dan masyarakat berupaya memadamkan api agar tidak meluas. Alhamdulillah, berkat kerja sama semua pihak, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 23.15 WIB,” katanya.
Selama proses penanganan, perkembangan situasi di lapangan juga terus dilaporkan kepada pimpinan sebagai bahan tindak lanjut. Setelah api dinyatakan padam, petugas tetap melakukan pemantauan untuk memastikan tidak muncul kembali titik api.
Respons cepat dan kerja sama lintas unsur tersebut menjadi bagian dari upaya penanganan kebakaran sekaligus mencegah meluasnya dampak terhadap lahan maupun kawasan hutan di sekitar lereng Gunung Ko’ong.
Babinsa juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melakukan aktivitas di sekitar lahan dan kawasan hutan yang rawan terjadi kebakaran.
Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu munculnya api serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan titik api di kawasan lahan maupun hutan. (Wi)








