Berita  

Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Konsumen di Bondowoso Mulai Beralih ke Pertalite

Bondowoso
SPBU Tamansari Bondowoso. (Dok. kliktoday/SMSI)

BONDOWOSO, KLIKTODAY.CO.ID – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi kembali menjadi perhatian masyarakat. Mulai pertengahan Juni 2026, harga sejumlah produk BBM nonsubsidi mengalami penyesuaian signifikan. Kenaikan tersebut berlaku secara nasional, termasuk di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

Berdasarkan penyesuaian terbaru, harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter. Sementara Pertamax (Green 95) mengalami kenaikan dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter. Adapun Pertamax Turbo kini dibanderol Rp20.750 per liter.

Di sisi lain, harga Pertalite sebagai BBM bersubsidi masih tetap bertahan di angka Rp10.000 per liter.

Kenaikan harga ini merupakan bagian dari evaluasi berkala yang dilakukan Pertamina Patra Niaga dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak mentah dunia serta kondisi pasar energi global yang terus berfluktuasi.

BACA JUGA :
Babinsa Koramil Wringin Berhasil Kendalikan Kebakaran di Desa Glingseran

Di Bondowoso, dampak kenaikan harga mulai terlihat pada pola konsumsi masyarakat. Sejumlah pengguna kendaraan yang sebelumnya menggunakan Pertamax kini mulai mempertimbangkan beralih ke jenis BBM dengan harga lebih terjangkau.

Kepala SPBU Tamansari Bondowoso, Jager, mengatakan bahwa hingga saat ini operasional penjualan BBM di SPBU tetap berjalan normal dan tidak mengalami kendala berarti meskipun terjadi lonjakan harga pada BBM nonsubsidi.

“Penjualan secara umum tidak ada masalah. Hanya saja, penjualan Pertamax memang berkurang karena sebagian konsumen beralih ke Pertalite. Untuk kebijakan kenaikan harga, itu sepenuhnya dari pemerintah, kami hanya menjalankan,” ujar Jager, Kamis (11/6/2026).

Menurutnya, perubahan perilaku konsumen merupakan hal yang wajar ketika terjadi kenaikan harga yang cukup signifikan. Selisih harga yang cukup jauh antara Pertamax dan Pertalite menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keputusan masyarakat dalam memilih bahan bakar untuk kendaraan mereka.

BACA JUGA :
Sinergitas TNI-Polri di Bondowoso: Babinkamtibmas Berbagi Alat Pertanian untuk Dukung Ketahanan Pangan

Meski demikian, pihak SPBU memastikan ketersediaan stok BBM di Bondowoso masih aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Distribusi dari Pertamina juga berjalan lancar sehingga tidak terjadi antrean panjang maupun kelangkaan pasokan di tingkat SPBU.

Jager menambahkan bahwa pihaknya hanya bertugas menjalankan kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah dan Pertamina. Karena itu, ia berharap masyarakat dapat memahami situasi yang terjadi dan tetap menggunakan BBM sesuai kebutuhan serta spesifikasi kendaraan masing-masing.

“Semoga ke depan harga BBM bisa kembali normal,” katanya.

BACA JUGA :
Pasca Banjir Bandang di Desa Wonoboyo, TNI POLRI Laksanakan Kerja Bakti

Kenaikan harga BBM nonsubsidi ini menambah tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat. Selain berdampak pada pengeluaran pengguna kendaraan pribadi, kenaikan harga bahan bakar juga berpotensi memengaruhi biaya operasional sektor transportasi dan distribusi barang.

Sejumlah warga berharap kondisi pasar energi global segera membaik sehingga harga BBM dapat kembali stabil. Pasalnya, bahan bakar masih menjadi kebutuhan utama yang sangat berpengaruh terhadap aktivitas sehari-hari maupun pergerakan roda perekonomian.

Dengan adanya penyesuaian harga tersebut, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam mengelola konsumsi BBM serta mempertimbangkan efisiensi penggunaan kendaraan. Sementara itu, pemerintah dan pihak terkait diharapkan terus memantau perkembangan harga energi agar dampaknya terhadap daya beli masyarakat dapat diminimalkan. (Purwanto)

banner 300x250