Bondowoso, KLIKTODAY.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Bondowoso menggelar Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Alun-alun RBA, Senin (4/5), dengan nuansa berbeda. Seluruh jajaran pemerintah daerah, termasuk Bupati Bondowoso, tampil mengenakan busana adat Nusantara, menciptakan suasana yang kental dengan semangat kebhinekaan dan kecintaan terhadap budaya bangsa.
Upacara yang mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua” ini tidak hanya menjadi seremonial tahunan, tetapi juga momentum refleksi penting bagi dunia pendidikan di Bondowoso. Kehadiran busana adat dari berbagai daerah menjadi simbol kuat bahwa pendidikan tidak hanya berbicara soal ilmu pengetahuan, tetapi juga penanaman nilai-nilai budaya dan identitas nasional.
Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, dalam amanatnya menegaskan bahwa penggunaan busana adat merupakan bentuk penghormatan terhadap keberagaman budaya Indonesia yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.
“Indonesia adalah negara kesatuan dengan kekayaan budaya yang luar biasa. Penggunaan baju adat ini menjadi simbol penghormatan dan upaya mengenalkan serta melestarikan budaya-budaya Nusantara,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa sektor pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan arah kepemimpinan dan kemajuan daerah di masa depan. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Bondowoso menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama dalam pembangunan.
“Pendidikan adalah fondasi utama kemajuan daerah. Kita tidak bisa berbicara masa depan tanpa memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang baik,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Hamid juga mengungkapkan bahwa pemerintah daerah saat ini tengah melakukan berbagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan, salah satunya melalui pemerataan tenaga pendidik dan kebijakan zonasi.
“Kami terus melakukan pemetaan tenaga pendidik agar distribusinya merata. Dengan kebijakan zonasi, diharapkan para guru bisa mengajar lebih dekat dengan tempat tinggalnya sehingga lebih nyaman dan optimal dalam menjalankan tugas,” jelasnya.
Tidak hanya itu, Bupati juga mendorong para guru untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Ia menilai bahwa tantangan pendidikan saat ini semakin kompleks, sehingga dibutuhkan kreativitas dalam proses pembelajaran.
“Kita mendidik generasi yang akan hidup di masa depan, sementara sistem kita sering masih berangkat dari masa lalu. Karena itu, inovasi dan kreativitas guru menjadi kunci utama dalam menjawab tantangan tersebut,” ungkapnya.
Di akhir sambutannya, Abdul Hamid menyampaikan optimisme terhadap masa depan pendidikan di Bondowoso. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
“Tidak ada alasan untuk pesimis. Dengan memanfaatkan seluruh sumber daya, riset, dan jejaring yang ada, kita optimistis dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Bondowoso,” pungkasnya.
Upacara Hardiknas 2026 ini juga menjadi momentum penguatan identitas lokal dan pelestarian kearifan budaya daerah. Semangat kebersamaan yang ditampilkan melalui busana adat menjadi pesan kuat bahwa pendidikan dan budaya adalah dua hal yang tidak terpisahkan dalam membangun bangsa yang berkarakter dan berdaya saing. (Pur/Wi)








