Bondowoso, KLIKTODAY.CO.ID – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Bondowoso menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dengan mengusung tema “Tiada Hari Tanpa Karya dan Golkar Solusi Rakyat”, Sabtu (02/05). Kegiatan ini menjadi Rakerda pertama yang digelar di tingkat kabupaten se-Jawa Timur, sekaligus momentum konsolidasi besar bagi seluruh struktur partai dalam memperkuat peran politik yang berpihak pada masyarakat.
Ketua DPD Partai Golkar Bondowoso, Ady Kriesna, S.H, dalam sambutannya menegaskan bahwa partai yang dipimpinnya kini berada dalam fase penguatan organisasi yang signifikan. Hal ini ditandai dengan tuntasnya pelaksanaan Musyawarah Kecamatan (Muscam) di 23 kecamatan sejak akhir 2025 hingga April 2026.
“Alhamdulillah, seluruh Muscam sudah selesai dilaksanakan di 23 kecamatan. Ini adalah fondasi penting untuk memperkuat mesin partai hingga tingkat bawah,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk arahan dari DPD Partai Golkar Jawa Timur serta kerja solid jajaran sekretariat.
“Keberhasilan ini bukan kerja individu, melainkan hasil kolaborasi dan bimbingan dari pimpinan di tingkat provinsi serta dedikasi seluruh kader,” lanjutnya.
Dalam forum Rakerda, Ady Kriesna turut menyoroti pentingnya sinergi antara partai dan pemerintah, khususnya dalam mendukung program pembangunan di tengah keterbatasan anggaran daerah. Menurutnya, Golkar harus hadir sebagai jembatan solusi.
“Kami mendorong full support terhadap program pemerintah pusat dan provinsi untuk percepatan pembangunan di Bondowoso. Ini adalah bentuk tanggung jawab politik kami,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi kontribusi nyata Ketua DPD Golkar Jawa Timur, Ali Mukti, yang telah menghadirkan berbagai program strategis, mulai dari pembangunan jembatan gantung senilai Rp5–10 miliar hingga program penanggulangan bencana sekitar Rp7,5 miliar.
Tak hanya itu, Rakerda juga membahas usulan pembangunan infrastruktur jalan daerah senilai Rp700 miliar yang mencakup 12 koridor, serta program beasiswa pendidikan yang telah menjangkau 1.200 siswa pada tahun 2025.
Ady Kriesna menegaskan bahwa arah kebijakan Golkar Bondowoso ke depan akan berfokus pada keberpihakan nyata kepada masyarakat.
“Golkar harus menjadi solusi, bukan menambah persoalan. Fraksi dan struktur partai wajib hadir di tengah masyarakat dengan kerja nyata,” ujarnya.
Menariknya, komposisi kepengurusan Golkar Bondowoso kini didominasi generasi muda. Sebanyak 99 persen Ketua Pimpinan Kecamatan (PK) berasal dari kalangan milenial, dengan keterwakilan perempuan minimal 30 persen.
“Kami sedang menyiapkan masa depan. Generasi muda harus diberi ruang dan kepercayaan untuk memimpin,” tambahnya.
Di akhir sambutannya, Ady Kriesna menyampaikan optimisme terhadap masa depan Partai Golkar di Bondowoso, sekaligus menegaskan bahwa kemenangan politik harus dibangun dari kerja dan pengabdian.
“Golkar menang bukan karena kepentingan, tetapi karena cinta dan karya. Jika kita memberi yang terbaik untuk masyarakat, maka kepercayaan akan datang dengan sendirinya,” pungkasnya.
Rakerda ini juga menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, termasuk penataan daerah pemilihan (dapil), wacana konvensi calon kepala daerah, hingga usulan pencalonan tokoh Golkar Jawa Timur di level provinsi. Seluruh agenda tersebut menjadi bagian dari upaya Golkar Bondowoso dalam memperkuat peran politik yang solutif, progresif, dan berorientasi pada kepentingan rakyat. (Sup)








