Bondowoso, KLIKTODAY.CO.ID – Polemik pelaksanaan rekrutmen tenaga kesehatan non ASN BLUD Tahun 2026 di RSUD dr. Koesnadi Bondowoso akhirnya mendapat penjelasan resmi dari pihak rumah sakit. Melalui press release yang disampaikan Direktur RSUD dr. Koesnadi Bondowoso, dr. Yus Priatna A. Sp.P, pihak rumah sakit menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi telah berjalan sesuai aturan dan menjunjung tinggi prinsip profesionalisme, objektivitas, serta akuntabilitas.
Penjelasan tersebut disampaikan menyusul berbagai perhatian dan masukan dari masyarakat terkait proses seleksi tenaga kesehatan yang belakangan menjadi sorotan publik.
Dalam keterangannya, RSUD dr. Koesnadi Bondowoso mengapresiasi tingginya kepedulian masyarakat terhadap jalannya rekrutmen. Menurut pihak rumah sakit, kritik dan perhatian publik menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas proses seleksi ke depan.
“Terkait pelaksanaan rekrutmen tenaga kesehatan non ASN BLUD, seluruh tahapan telah dilaksanakan sesuai mekanisme, ketentuan, dan regulasi yang berlaku,” tulis manajemen RSUD dr. Koesnadi Bondowoso dalam press release resminya. Sabtu (9/5/2026).
Pihak rumah sakit juga memberikan penjelasan terkait tidak dicantumkannya nilai tes tertulis pada formasi perawat dalam pengumuman hasil seleksi kompetensi. Hal itu sempat menjadi pertanyaan sejumlah peserta dan masyarakat.
RSUD menjelaskan bahwa seluruh peserta formasi perawat telah mengetahui nilai tes tulis secara langsung saat pelaksanaan ujian berbasis komputer berlangsung. Selain itu, seluruh peserta formasi tersebut dinyatakan berhak mengikuti tahapan berikutnya, yakni tes keterampilan atau skill test.
Karena itu, pengumuman resmi lebih difokuskan pada peserta yang lolos menuju tahapan selanjutnya.
“Perbedaan mekanisme pengumuman dengan formasi lain merupakan bagian dari teknis pelaksanaan seleksi yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing formasi,” jelas pihak RSUD.
Tak hanya itu, pihak rumah sakit juga menepis berbagai isu yang berkembang mengenai dugaan praktik titipan maupun perlakuan khusus terhadap peserta tertentu.
RSUD dr. Koesnadi Bondowoso memastikan bahwa proses seleksi dilakukan secara independen dan bebas dari praktik nepotisme maupun intervensi pihak mana pun.
“Seluruh peserta mendapatkan perlakuan yang sama berdasarkan kompetensi dan kemampuan masing-masing,” tegas manajemen rumah sakit.
Menanggapi isu terkait nomor ujian peserta yang diberi tanda warna tertentu, pihak RSUD menyebut hal tersebut murni kebutuhan teknis administrasi panitia dan sama sekali tidak berkaitan dengan perlakuan istimewa kepada peserta tertentu.
Pihak rumah sakit juga menegaskan tetap membuka ruang klarifikasi dan evaluasi atas seluruh masukan yang berkembang di masyarakat, termasuk dari kalangan tenaga medis, DPRD, maupun peserta seleksi.
“Semua masukan akan menjadi bahan evaluasi demi penyempurnaan proses rekrutmen ke depan agar semakin baik dan transparan,” lanjut pernyataan resmi tersebut.
Rekrutmen tenaga kesehatan non ASN BLUD Tahun 2026 sendiri disebut sebagai bagian dari langkah strategis RSUD dr. Koesnadi Bondowoso dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat melalui pemenuhan tenaga kesehatan yang kompeten dan profesional sesuai kebutuhan rumah sakit.
Di akhir keterangannya, pihak RSUD berharap penjelasan resmi tersebut dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat sekaligus menjaga kondusivitas informasi di tengah publik. (Sup)



