Bondowoso, KLIKTODAY.CO.ID – Di tengah rencana pembangunan Jembatan Sentong Sukowiryo, kini ancaman baru muncul di jalur utama penghubung Kabupaten Bondowoso menuju Kabupaten Jember. Jembatan Pakauman di Kecamatan Grujugan mengalami longsor hingga menimbulkan lubang besar di sisi kanan jembatan dari arah utara.
Kondisi tersebut diduga akibat terjangan air hujan deras yang mengguyur wilayah Bondowoso dalam beberapa waktu terakhir. Arus air yang terus menggerus bagian penopang jembatan menyebabkan tanah ambles dan menyisakan rongga cukup dalam di bagian tepi.
Pantauan di lokasi, lubang tersebut untuk sementara hanya ditutup dengan tumpukan tanah yang dikemas dalam karung. Karung-karung berisi tanah itu disusun menahan sisi jembatan yang tergerus, sebagai langkah darurat guna mencegah kerusakan lebih parah.
Warga setempat mengaku khawatir dengan kondisi tersebut, mengingat jalur itu merupakan akses utama yang setiap hari dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Salah seorang warga yang sering melintas, Junaedi (45), mengatakan kondisi jembatan sangat memprihatinkan dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.
“Setiap hari saya lewat sini untuk kerja. Saya lihat longsor jembatan ini hanya di tata dengan tumpukan tanah yang dikemas pakek karung se-adanya,” ujarnya. Senin (2/3/2026) sore.
Junaedi menambahkan, penanganan sementara dengan karung tanah dinilai belum cukup kuat menahan tekanan air jika hujan deras kembali turun.
“Kalau hujan deras lagi, saya takut longsornya tambah parah. Ini kan jalur utama ke Jember, harusnya cepat diperbaiki secara permanen,” tambahnya.
Hal senada disampaikan warga lainnya yang berharap pemerintah dan/atau pihak terkait segera melakukan peninjauan dan penanganan serius sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan.
Jembatan Pakauman sendiri memiliki peran strategis sebagai penghubung antarwilayah serta jalur distribusi barang dan mobilitas masyarakat. Jika kerusakan semakin meluas, dikhawatirkan akan mengganggu aktivitas ekonomi dan transportasi warga.
Situasi ini menjadi pengingat bahwa infrastruktur penunjang konektivitas antarwilayah membutuhkan pengawasan dan perawatan berkala, terutama saat musim hujan dengan intensitas tinggi yang berpotensi memicu longsor dan kerusakan konstruksi. (Rul/Wi)






