Bondowoso, Jawa Timur, KLIKTODAY.CO.ID – Polemik pemberitaan Majalah Tempo edisi 13–16 April 2026 terus bergulir dan memicu reaksi dari daerah. Kali ini, ratusan kader Partai NasDem Kabupaten Bondowoso menyuarakan sikap resmi dengan mendatangi Kantor DPD NasDem setempat, pada Rabu (15/04).
Aksi yang digagas Forum Komunikasi DPC se-Kabupaten Bondowoso tersebut menjadi ruang penyaluran aspirasi kader atas isi laporan yang dinilai tidak berimbang dan cenderung membentuk opini negatif terhadap partai, khususnya Ketua Umum Surya Paloh.
Ketua DPD NasDem Bondowoso, Dedy FY Katili, menegaskan bahwa reaksi kader bukan bentuk penolakan terhadap kritik, melainkan dorongan agar praktik jurnalistik tetap mengedepankan prinsip objektivitas.
“Kami menghormati kebebasan pers, namun harus diiringi tanggung jawab. Ketika informasi yang disajikan tidak berimbang dan berpotensi merugikan, tentu kami berhak menyampaikan keberatan,” ujarnya.
Dalam aksi tersebut, Forum Komunikasi DPC dipimpin langsung oleh Ketua Forum, Mohammad Afandi, yang menegaskan bahwa langkah kader merupakan bentuk kepedulian terhadap marwah partai.
Menurutnya, judul dan framing dalam laporan tersebut dinilai membangun persepsi publik yang menyederhanakan Partai NasDem sebagai entitas bisnis, sehingga mengaburkan nilai perjuangan politik yang selama ini dijalankan.
Dalam pernyataan sikap yang dibacakan Sekretaris Forum, Hari Eko Pramono, kader menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya meminta klarifikasi terbuka dari Tempo, mendesak Dewan Pers turun tangan, serta mendorong adanya evaluasi terhadap pemberitaan yang dinilai tidak proporsional.
Kader juga menilai pentingnya penyelesaian polemik ini secara adil agar tidak berdampak pada soliditas internal partai menjelang agenda politik nasional.
“Kami ingin ada kejelasan dan keadilan. Ini bagian dari tanggung jawab kami sebagai kader untuk menjaga nama baik partai,” kata Mohammad Afandi.
Menanggapi hal itu, Dedy memastikan seluruh aspirasi yang berkembang di tingkat daerah akan diteruskan ke DPW Jawa Timur hingga DPP untuk mendapatkan tindak lanjut secara organisasi.
Aksi yang berlangsung damai tersebut ditutup dengan penandatanganan pernyataan sikap oleh para kader sebagai simbol komitmen bersama dalam mengawal isu hingga tuntas. (SG)








