Bondowoso Tampilkan Inovasi “Simpel 3 in 1” di Ajang KOVABLIK Jawa Timur 2025

Bondowoso
Foto: Wabup As'ad Yahya Safi'i. (Dok: kliktoday/SMSI)

Bondowoso, KLIKTODAY.CO.ID – Wakil Bupati As’ad Yahya Syafi’i, S.E., menghadiri sesi presentasi dan wawancara Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KOVABLIK) Jawa Timur 2025 melalui video conference dari ruang Command Center Sekretariat Daerah, Kamis  (27/11/2026).

Kehadiran Wakil Bupati menandai keseriusan Pemkab Bondowoso dalam mendorong inovasi pelayanan publik yang efektif dan bermanfaat langsung bagi masyarakat.

Pelaksanaan KOVABLIK 2025 yang digelar oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Pemerintah Provinsi Jawa Timur merupakan tahap lanjutan dari proses kurasi terhadap 90 inovasi terbaik yang sebelumnya dinyatakan lolos seleksi. Dalam berita acara resmi, sejumlah inovasi dari berbagai daerah ditetapkan sebagai finalis dan berhak memaparkan gagasan di hadapan tim penilai.

BACA JUGA :
Jalan Sehat Bareng Amin, Ribuan Peserta Penuhi Alun-Alun Ki-Bagus Asra Bondowoso

Kompetisi ini menjadi ruang strategis bagi daerah untuk menampilkan terobosan yang mampu menjawab kebutuhan publik secara cepat, tepat, dan terukur.

Pada sesi pemaparan tersebut, Pemkab Bondowoso menampilkan inovasi “Simpel 3 in 1”, sebuah sistem pelayanan terpadu tiga manfaat dalam satu proses yang digagas oleh Pemerintah Kecamatan Sukosari. Inovasi ini menggabungkan pelayanan anak, layanan administrasi desa, dan administrasi kependudukan dalam satu alur yang terintegrasi melalui aplikasi SAID (Sistem Administrasi dan Informasi Desa). Aplikasi tersebut telah terhubung dengan seluruh desa di Kecamatan Sukosari sehingga pelayanan dapat diberikan secara seragam, cepat, dan terdokumentasi dengan baik.

Simpel 3 in 1 ini menjadi solusi nyata karena memberikan pelayanan yang lebih mudah dijangkau, proses yang lebih cepat dan efisien, serta mampu menghemat biaya baik bagi warga maupun pemerintah desa,’ ujar Wabup.

BACA JUGA :
KunKer Anggota Komisi I DPR RI dan Asrendam V/Brawijaya di Makodim 0822 Bondowoso

Ia menegaskan bahwa inovasi tersebut lahir dari kebutuhan masyarakat akan layanan yang dekat, sederhana, dan tidak berbelit-belit.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan langkah keberlanjutan program tersebut. “Untuk memastikan keberlanjutan, pemerintah daerah menyiapkan strategi melalui pendekatan institusional, manajerial, serta sosio-terpadu,” tuturnya.

Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi lintas sektor serta memastikan inovasi berjalan konsisten dan berkelanjutan.

Secara teknis, proses kerja Simpel 3 in 1 dirancang sederhana namun terstruktur. Warga cukup melakukan pendaftaran melalui Google Form, kemudian pelayanan diberikan di posyandu, sekolah, atau kantor desa sesuai kebutuhan. Seluruh tahapan mulai dari input data, verifikasi, hingga pengiriman dokumen ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil berlangsung melalui aplikasi SAID.

BACA JUGA :
Danramil Kapten Inf Nurdin Hadiri Peresmian Klinik Pertanian di Grujugan, Bukti Sinergi TNI dan Petani di Tengah Tantangan Pangan Nasional

Wakil Bupati As’ad juga menegaskan optimisme Bondowoso dalam kompetisi tahun ini. “Kami berharap inovasi ini dapat memberikan manfaat luas dan menjadi contoh pelayanan publik adaptif yang bisa direplikasi di daerah lain,” ucapnya.

Dengan integrasi digital, alur kerja yang ringkas, serta fokus pada kemudahan masyarakat, Simpel 3 in 1 menjadi salah satu inovasi yang dinilai memiliki nilai kebermanfaatan tinggi bagi publik dalam KOVABLIK Jawa Timur 2025. (Sofia Diniarti)